Ia mengungkapkan, sejak 2023 belum ada lagi perwira lulusan Akpol dan SIP yang ditugaskan di Anambas.
“Sejak 2023 ini tidak ada lagi perwira, lulusan Akpol, lulusan SIP yang masuk ke sini. Itu menjadi salah satu pertimbangan,” katanya.
Kondisi kekurangan juga terjadi di tingkat bintara. Sebab, polisi lulusan SPN biasanya 2-3 sampai 7 orang yang masuk. Ada empat, ada tiga, dan tahun ini baru enam. Jadi kalau kita bagi satu per satu pun ada satu polres yang tidak dapat. Sehingga seluruh Polres dan satuan kerja di Kepri, termasuk Satker Polda, Ditlantas, Ditreskrimum, hingga Polres, saat ini belum mencapai 100 persen kekuatan personel.
“SP Polda Kepri itu belum sampai 100 persen. Seluruh Polres, seluruh Satker, baik Satker Polda, Direktorat, Polres, seluruhnya itu tidak ada yang 100 persen. Semua di bawah itum jadi sangat dibutuhkan,” ucapnya.
Ketika ada permintaan penambahan personel, misalnya Anambas yang baru 44 persen kekuatan, ia menyebut hal serupa juga terjadi di wilayah lain.
“Nanti yang SPN bilang, Pak saya baru 50 persen. Bisa apa nggak? Nanti akan ada kesulitan untuk memenuhi. Makanya termasuk yang dari Akpol tadi. Akpol pun kita tidak pernah lebih dari 100 persen. Pernah tiga, pernah ada dua. Namun itu semua orang sudah minta, jadi kita bagikan,” tutupnya.(Fen)





