BATUSANGKAR, Jurnalterkini.id – Rutan Kelas IIB Batusangkar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan panen hasil pembinaan kemandirian warga binaan. Kegiatan panen dilaksanakan di Area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan pada Rabu, (8/4/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Batusangkar Reza Aulia Kurniawan, didampingi oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Adryan Abbas. Selain itu juga diikuti oleh dua orang warga binaan yang tengah menjalani program asimilasi kerja di lingkungan Rutan, serta para peserta magang.
Beberapa komoditas unggulan berhasil dipanen, di antaranya sayuran hidroponik jenis pokcoy sebanyak 16 ikat, serta hasil peternakan ayam petelur yang menghasilkan satu papan telur (30 butir) setiap dua hari. Sementara itu, pokcoy dengan media tanah dijadwalkan akan dipanen pada Sabtu mendatang, 12 April 2026, bersamaan dengan hasil budidaya ikan lele.
Reza Aulia Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan yang berkelanjutan dan produktif. Selain sebagai sarana pelatihan keterampilan, program ini juga bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Sebagian hasil panen disisihkan untuk disalurkan sebagai bantuan sosial kepada masyarakat sekitar. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh pejabat struktural secara bergantian. Menariknya, masyarakat yang menerima bantuan diundang langsung ke Area SAE untuk menyaksikan secara langsung proses dan hasil dari program pembinaan tersebut.
Hal ini dilakukan guna memberikan gambaran nyata tentang keberhasilan pembinaan warga binaan dalam bidang kemandirian, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program Pemasyarakatan.
Sisa hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Rutan serta kantin Inkopasindo, sehingga memberikan nilai tambah secara internal.
Kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah melalui Asta Cita Presiden serta Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, yang menekankan pentingnya pemberdayaan warga binaan melalui program yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (Dion).






