Rutan Kelas IIB Batusangkar Gelar pengukuhan Satops Patnal

Rutan Kelas IIB Batusangkar Gelar pengukuhan Satops Patnal. (Foto Istimewa).
Rutan Kelas IIB Batusangkar Gelar pengukuhan Satops Patnal. (Foto Istimewa).

BATUSANGKAR, Jurnalterkini.id — Menyatukan barisan demi marwah institusi! Rutan Kelas lIB Batusangkar mengikuti prosesi Pengukuhan Satops Patnal (Satuan Tugas Operasi Kepatuhan Internal) yang dilaksanakan secara serentak Selasa, 7 April 2026 melalui sambungan virtual Zoom se-Sumatera Barat.

Langkah ini merupakan instruksi langsung pimpinan melalui peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62 yang dilaksanakan oleh setiap Kantor Wilayah. Untuk wilayah Sumatera Barat, kegiatan dipimpin langsung Kunrat Kasmiri selaku Kepala Karntor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat yang dipusatkan di Lapas Kelas IIA Padang dengan total 107 orang petugas yang dikukuhkan termasuk yang mengkuti secara virtual.

Bacaan Lainnya

Di tingkat lokal, Kepala Rutan Batusangkar, Reza Aulia Kurniawan, melakukan pengukuhan langsung kepada para petugas terpililh yang telah melalui seleksi integritas. Penyematan atribut Satops Patnal ini menjadi simbol penyerahan tanggung jawab besar sebagai ‘mata dan telinga” organisasi dalam mengawasi setiap potensi penyimpangan, guna mewujudkan lingkungan Rutan yang bersih dan berwibawa.

Satops Patnal bukan sekadar simbol, melainkan instrumen vital untuk melaksanakan deteksi dini terhadap pelanggaran prosedur, penyalah gunaan wewenang, hingga gangguan keamanan dan ketertiban. Dengan berlandaskan PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, Akuntabel ), tim ini bertugas memastikan seluruh layanan dan operasional Rutan Batusangkar berjalan sesuai regulasi tanpa ada celah bagi pungli maupun peredaran gelap narkoba.

Kepala Rutan Batusangkar, Bapak Reza Aulia Kurniawan, menegaskan: “Petugas Satops Patnal yang dikukuhkan hari ini adalah wajah integritas Rutan Batusangkar. Saya instruksikan: jadilah teladan sebelum menertibkan rekan yang lain. Jangan ada kompromi terhadap pelanggaran sekecil apa pun. Pastikan kepatuhan internal menjadi budaya kerja bukan sekadar ketakutan akan sanksi, demi menjaga nama baik institusi Pemasyarakatan.

Total Views: 54

Pos terkait