Riau,JurnalTerkini.id, — Utusan Presiden Bidang Ketahanan Pangan, H. Muhammad Mardiono, melaksanakan Safari Ramadhan dengan agenda silaturahmi dan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Babussalam, Riau, pada bulan suci Ramadhan. Minggu (01/03/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan. Ratusan santri dan masyarakat sekitar turut menghadiri acara yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Mardiono di Provinsi Riau.
Sejumlah tokoh penting Riau juga tampak hadir. Di antaranya mantan Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, kemudian Syamsuar, serta mantan Wakil Gubernur Riau Edy Nasution. Hadir pula tokoh masyarakat Riau H. Muhammad Saleh dan sejumlah pemuka masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, H Muhammad Mardiono menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurut dia, ketahanan pangan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Ketahanan pangan adalah fondasi kemandirian bangsa. Kita tidak boleh bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar. Semua pihak, termasuk pesantren, memiliki peran strategis dalam mendukung upaya ini,” ujar Mardiono di hadapan para santri dan undangan.
Ia menyebut, pesantren memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Selain menjalankan fungsi pendidikan dan pembinaan keagamaan, pesantren dinilai mampu mengembangkan sektor pertanian, peternakan, hingga usaha mikro yang dapat menopang kebutuhan pangan secara mandiri.
Menurut Mardiono, pemerintah terus mendorong program-program yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk optimalisasi lahan produktif, penguatan distribusi pangan, serta pendampingan bagi pelaku usaha di sektor pertanian dan pangan.
Sementara itu, para tokoh Riau yang hadir menyambut positif kunjungan tersebut. Mereka berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, khususnya dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di tengah dinamika global.
Safari Ramadhan ini juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan diisi dengan tausiyah keagamaan, doa bersama, serta dialog singkat mengenai peran generasi muda dalam membangun kemandirian daerah.
Acara ditutup dengan buka puasa bersama dan sholat magrib berjamaah yang berlangsung penuh kebersamaan. Para santri, pengurus pondok pesantren, tokoh masyarakat, dan tamu undangan tampak berbaur dalam suasana hangat, mencerminkan semangat persatuan dan gotong royong yang menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut.






