Dari sisi regulasi dan etika, Muhammad Jazuli menekankan pentingnya museum ini sebagai ruang pembelajaran.
“Di tengah laju pers siber yang sangat cepat, museum ini krusial untuk menjaga nilai etika dan profesionalisme jurnalistik bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Sementara itu, Yogi Hadi Ismanto menambahkan bahwa museum ini akan menjadi referensi utama dalam penguatan ekosistem pers yang sehat dan terverifikasi.
Pembangunan museum ini menjadi kelanjutan dari peresmian Monumen Media Siber Indonesia yang dilakukan sebelumnya.
Rangkaian agenda tersebut menegaskan bahwa HPN 2026 di Banten tidak sekadar seremonial, tetapi memberikan warisan konkret bagi masa depan pers Indonesia. (*/rdi)






