Aquabis Bangun Karamba Teknologi Tinggi

Karimun (Jurnal) – Perusahaan asal Australia PT Aquabis Island segera membangun sarana pendukung untuk pengembangan budidaya ikan botia menggunakan karamba berteknologi tinggi di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

“Maret ini, Aquabis mulai membangun fasilitas perusahaan, tentunya diawali dengan pembangunan kantor dan tempat tinggal karyawannya,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Karimun Hazmi Yuliansyah di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Hazmi Yuliansyah mengatakan, kepastian dimulainya kegiatan perusahaan itu pada Maret 2015, setelah pihaknya menerima maket atau denah perusahaan, dan maket itu sudah pula ia perlihatkan kepada Bupati Karimun Nurdin Basirun.

Maket tersebut, jelas dia, merupakan gambaran lokasi perusahaan, seperti kantor, tempat tinggal karyawan, dan termasuk karamba ikan yang akan dibangun perusahaan tersebut.

Fasilitas perusahaan itu, kata dia lagi, akan dibangun di perairan antara Pulau Pisang dan Tanjungpelanduk dengan lahan seluas 15 hektare , serta di antara Pulau Sebaik dan Buluhpatah pada lahan seluas 60 hektare.

“Sedangkan pembangunan karamba ikan botia berteknologi tinggi di sekitar perairan Cit Lim, dengan luas perairan yang dialokasikan sekitar 18 hektare ucapnya.

Ia menuturkan, perairan Kecamatan Moro sangat cocok untuk pengembangan ikan botia dengan karamba jaring apung. Ikan botia adalah ikan yang mampu bertahan dalam kondisi cuaca apapun.

PT Aquabis, kata dia, menginvestasikan modalnya senilai 25 juta dolar Amerika. Karamba yang akan dibangun perusahaan ini memiliki tinggi sekitar 15 meter dengan diameter 8 meter, yang membutuhkan kedalaman laut minimal 25 meter. Sedangkan volume karamba berkapasitas 27 meter kubik menggunakan jaring yang diimpor dari Tiongkok.

Perusahaan yang juga berkantor di Singapura ini tahap awal akan membangun 64 lubang untuk pembenihan ikan botia dengan luas perairan yang dibutuhkan 72 meter per segi atau 7,2 hektare.

Kami menyambut baik keputusan Aquabis merealisasikan investasinya di Moro yang memang kita plot sebagai kawasan minapolitan atau kawasan budidaya perikanan,” katanya.

Sumber: antarakepri.com

Total Views: 250

Pos terkait