
Bupati Karimun Iskandarsyah juga menyampaikan undangan yang diberikan pemerintah pusat pada 19 November 2026 mendatang mengenai AIDS, TBC, dan Malaria.
“Pada tanggal 19 November 2026 kita diundang di Bekasi sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terkait dengan AIDS, TBC, dan Malaria. Ini menjadi prioritas negara, sehingga diminta seluruh kepala daerah oleh pemerintah pusat mengatasi persoalan ini,” sampai Iskandarsyah.
Ia menyayangkan target 8.000 belum tercapai melihat antusias masyarakat yang kurang terpenuhi sehingga perlu adanya sosialisasi agar masyarakat mau datang untuk melakukan pengecekan secara gratis ini.
“Khusus Kabupaten Karimun belum sesuai dengan harapan kita, kami perlu melakukan sosialisasi dan mendorong agar masyarakat mau datang kesini melakukan pengecekan, sehingga target 8.285 kita dapat tercapai,” akhirinya.
Sementara itu, Reni pengelola program TB Kabupaten Karimun mengatakan sejak tanggal 8 November 2025 hingga 14 November 2025 hanya berkisar 286 orang yang telah melakukan pengecekan TB, tentunya ini jauh dari target yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi sebanyak 8.285.
“Sampai saat ini masih jauh dari target kita yang ditentukan oleh provinsi 8.285 dan saat ini masih 286 orang. Sudah lima hari kami jalankan sejak tanggal 8 November hingga 14 November 2025 ini,” sampai Reni.
ia juga menghimbau agar masyarakat datang dengan membawa KTP setelah itu hasil akan keluar pada dua hari setelahnya.
“Kita menghimbau kepada masyarakat untuk datang kesini hanya membawa KTP, nanti hasilnya akan keluar setelah dua hari. Hingga saat ini terdeteksi 11 orang dengan gambaran TB, pasiennya akan kami panggil kembali untuk melakukan proses selanjutnya,” katanya.
Terakhir, menurutnya masyarakat dengan gejala TB tidak perlu malu untuk melakukan pengecekan dan pengobatan karena penyakit TB dapat disembuhkan.
“Untuk masyarakat ketahui bahwa TB ini tidak perlu malu karena penyakit ini bisa disembuhkan asal berobat secara tuntas. Untuk obat sudah gratis yang penting masyarakatnya sadar bahwa penyakit ini bisa disembuhkan dan beraktivitas sebagaimana biasanya,” tutup Reni.(edy)






