Nurhayati menambahkan, sebagian besar orang tua siswa berprofesi sebagai petani dan nelayan, sehingga pembelajaran di lapangan sangat relevan untuk mendukung pendidikan kontekstual siswa.
“Kami memiliki lahan kosong di sekolah yang nantinya akan dimanfaatkan untuk praktik bercocok tanam. Ilmu dari kunjungan ini akan kami terapkan bersama paguyuban orang tua siswa,” tambahnya.
Menurutnya, Farm Estate PT Timah tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Air Putih melalui kegiatan pertanian produktif.
Sekretaris Desa Air Putih, Yudianto, menyampaikan apresiasi atas program pemberdayaan yang dijalankan PT Timah melalui Farm Estate Tanjung Ular.
“Farm Estate ini menjadi contoh nyata pemanfaatan lahan eks tambang untuk ketahanan pangan. Selain mendukung pembelajaran bagi pelajar, keberadaannya juga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat karena dikelola oleh warga Air Putih sendiri,” jelas Yudianto.
Ia menegaskan, pemerintah desa akan terus mendukung keberlanjutan Farm Estate sebagai program kolaboratif yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Desa Air Putih. (*/ms)
Baca juga: Kemenkop Dukung Penuh Kemitraan PT Timah dengan Koperasi, Legalitas Penambang Rakyat Diperkuat





