Sementara itu Kepala SPPG Karimun Sungai Lakam Timur 1 Meciridayani menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional regional Provinsi Kepri yang menginstruksikan supaya dapur SPPG tersebut dihentikan sementara operasionalnya sampai masalah ini selesai.
” Sampai keluar hasil uji lab yang telah dibawa ke Batam. Jadi, sementara dihentikan dahulu,” tegasnya.
Ia menjelaskan, bahwa seluruh proses pengolahan makanan sebenarnya sudah mengikuti standar prosedur yang ditetapkan BGN. Mulai dari penerimaan bahan baku, tahap pemorsian, hingga distribusi ke penerima manfaat.
” Jadi, ada tahapan-tahapn juga, sebelum didistribusikan kepada para pelajar. Mulai dari menu makanan diuju oleh ahli gizi dan dicicipi oleh relawan MBG,” terangnya.
Dan, hingga berjalan selama lima bulan ini SPPG Rezeki Dapur Karimun belum ada laporan maupun keluhan dari pihak sekolah terhadap MBG tersebut. Sehingga, proses tetap berjalan seperti biasanya.
” Nah, kita tetap menjalankan prosedur sesuai aturan yang telah ditetapkan dari BGN,” ucapnya.(*/red)






