
Dimana, pengetahuan dasar pertolongan tersebut yang sering terjadi ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Sehingga, bagaimana proses pertama tindakkan awal dengan menyelematkan nyawa orang lain secara cepat dan tepat.
“Bisa aja terjadi di sekitar adek-adek PMR kita. Seperti di sekolah, maupun ditempat umum dan sebagainya. Nah, melalui seminar inilah, adek-adek kita bisa menambah wawasan cara pertolongan pertama yang disampaikan oleh narasumber,” ungkapnya.
Selain itu lanjut Rocky lagi, dalam seminar tersebut juga ada sesi praktek langsung terhadap penanganan pertama terhadap gangguan kesehatan secara darurat. Dengan demikian, pertolongan pertama tidak hanya menjadi tanggung jawab relawan PMI, tetapi juga bisa dilakukan oleh masyarakat luas sebelum bantuan medis lanjutan tiba.
“PMI berkomitmen memperkuat budaya peduli dan sigap dalam menghadapi situasi darurat demi menyelamatkan lebih banyak nyawa,” tuturnya.
Di tempat yang sama, sekretaris PMI Karimun Dedy Herwahyudi menyampaikan, bahwa stok darah di PMI saat ini cukup hingga bulan September ini. Sebab, pihaknya terus mengajak masyarakat untuk melakukan donor darah.
“Seperti ada even beberapa waktu lalu, lumayan kita dapat donor darah. Tapi, sebelum melakukan donor darah harus dilakukan cek terdahulu. Apakah memenuhi syarat atau tidak,” jelasnya.
Ia menjelaskan, bahwa kebutuhan trombosit darah pihaknya membutuhkan darah yang segar. Sebab, untuk keperluan trombosit sendiri harus pendonor yang baru tidak kurang dari 24 jam.
“Alhamdulillah, stok darah kita sekarang mencapai 142 kantong dengan golongan darah yang berbeda. Paling penting, saya mengajak kepada seluruh masyarakat kabupaten Karimun agar mendonorkan darah anda. Karena setetes darahmu, sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” kata pria berkacamata ini.(*/red)






