Tidak hanya Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat dipastikan tidak lagi diperoleh Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, dana bantuan dari pemerintah provinsi juga nyaris tidak mengalir ke kabupaten paling bungsu di Provinsi Riau itu.
Penyebabnya cukup mengibakan, kedua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) itu dinilai tidak mampu menggunakan DAK secara maksimal, apalagi Dinas Pendidikan juga dinilai gagal menjalankan tugas dan fungsinya untuk meningkatkan sumber daya manusia.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Ardiansyah yang juga Ketua Komisi C DPRD Kepulauan Meranti, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/1), menyesalkan pihak Dinas Pendidikan tidak bersinergi dalam menjemput dana di provinsi maupun pusat. Pasalnya, dalam kunjungan kerja Komisi C ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau baru-baru ini, Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti diketahui dua kali tidak menghadiri rapat di provinsi.
Akibat ketidakmampuan dalam meningkatkan kinerja pada masing-masing kegiatan kedua SKPD itu, sementara beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat tidak sedikit menggelontorkan DAK untuk dua lini kegiatan prioritas di Meranti.
Namun, faktanya, kucuran dana sedemikian besar dari pemerintah pusat itu tidak mampu meningkatkan layanan di kedua lini tersebut, yaitu pendidikan dan kesehatan.
“Kita menyayangkan ketidakseriusan Dinas Pendidikan dalam meningkatkan sumber daya manusia di kabupaten ini. Dan juga menyayangkan sikap dinas yang selama ini kurang bersinergi dalam merealisasikan dana- dana yang telah ada,” ungkap Ardiansyah
Ketua Komisi C yang sering dipanggil Jack itu juga mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya (Komisi C) akan memanggil dinas-dinas terkait guna mengawasi dan memacu kinerja dalam menyerap dana provinsi maupun pusat.
“Kedepannya ,kita mengharapkan kedua SKPD ini mampu menyerap dana yang ada. Dan tak kalah pentingnya, kita semua mengharapkan Dinas Pendidikan bisa meningkatkan dan menunjukkan kualitas pendidikan pada tahun ini, yang kita sama-sama tahu bahwa akhir-akhir ini prestasi anak didik kita sangat menurun, bahkan selalu jeblok dalam mengikuti berbagai iven di tingkat daerah maupun provinsi,” tutup Ardiansyah. (Isk)





