Buah Pinang Bisa Menghidupi Keluarga

Kabupaten Kepulauan Meranti adalah sebuah wilayah yang terletak di bagian barat Provinsi Riau. Terkenal dengan Kota Sagu, tapi wilayah ini tidak hanya maju dalam segi pembangunan dan wisatanya, melainkan hasil kekayaan alamnya juga patut dikagumi. Mulai dari timah, sagu yang berkualitas dan masih banyak lagi hasil bumi yang perlu dikembangkan dan dimanfaatkan masyarakat tempatan.

Selain bebagai macam kekayaan alam didaerah kepulauan meranti ini terdapat juga buah Pinang yang dijadikan masyarakat sebagai sumber mata pencaharian.Tanaman satu ini tergolong jenis tanaman yang mudah hidup di daratan dam bibitnya yang juga mudah diperoleh.
 
Cara membudidaya buah pinang tersebut sangat mudah dan tidak perlu banyak mengeluakan biaya seperti  pupuk daun akar dan buah atau lainnya, tanaman ini akan tumbuh dengan cepat dan berbuah.

Izhar salah seorang pengumpul pinang di Jalan Jawi-jawi ketika dijumpai Wartawan media ini Rabu (14/1) siang  menyebutkan, kalau pinang bisa dijadikan mata pencaharian sehari-hari selain banyak manfaat terkandung didalam buah pinang tersebut, buah ini juga sangat diperlukan pengrajin batik untuk dijadikan tinta.

”Buah pinang mudah didapatkan dan kemudian harganya juga lumayan dan bisa untuk menghidupi keluarga,” kata Izar

Kondisi ini pula yang menjadi peluang bagi masyarakat untuk menanam pinang. Tidak heran negara banyak menerima hasil tanaman ini Untuk mengolah pinang, buah pinang diambil dari pohon dan kemudian dipindahkan dari tangkainya.

Selanjutnya buah pinang di jemur beberapa hari hingga kering. Kemudian buah pinang di pisahkan lagi dari kulit seratnya dan seterunya di jual kepada pengepul. Harganya bervariasi tergantung kualitas buahnya dan harga global. Mulai Rp5000/Kg hingga Rp10000/Kg.Biasanya pengepul akan membeli dengan harga lebih murah karena akan dijual lagi.” Kita beli dari petani dengan harga murah karena kita akan jual lagi dengan biaya ongkos transpotasi,” sambung Izar. (Isk)

Total Views: 227

Pos terkait