Masih kata Awan lagi, aksi sosial ini akan terus berlanjut ditahun berikutnya dengan lokasi direncanakan dipulau Kundur. Kenapa demikian, setelah dilaksanakan seminar maka dapat disimpulkan bahwa edukasi kanker sejak dini sangat diperlukan di pulau-pulau.
” Paling penting edukasi kanker sejak dini. Dan, lebih diprioritas dipulau-pulau untuk informasi kanker sejak dini,” tuturnya.
Sedangkan, salah satu peserta Sinta seorang ibu rumah tangga yang merasa bersyukur telah mengikuti seminar tersebut. Sehingga, bisa paham lebih dalam apa itu kanker servix dan bagaimana proses pencegahan maupun pengobatannya.
” Baguslah, saya berharap agar bikin seminar setiap 2 bulan sekali kontinyu. Sebab, penyakit kanker servix ini masih banyak kaum ibu-ibu yang kurang paham,” singkatnya.(*/red)
foto terkirim //
INTI Gelar Seminar Cegah Kanker Sejak Dini Secara Gratis
Reporter : TRI HARYONO
Editor : ANDRIANI SUSANTI
KARIMUN (BP) – Setelah sukses melaksanakan bakti sosial operasi katarak gratis oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kepri wilayah Karimun. Kini, INTI wilayah Karimun kembali menggelar seminar gratis cegah kanker dengan deteksi dini yang disejakankan dengan pemeriksaan gratis untuk 100 wanita hebat tes IVA dan Sadanis di hotel Alishan Karimun. Dengan narasumber atau pembicarannya dr Ratna Istiastuti, dr Fahrul Insan dan dr Ines Widjaya dari RSUD M Sani dan Puskesmas.
” Peserta cukup antusias, saat mengikuti seminar hari Jumat (25/10). Banyak yang menanyakan proses pencegahan kanker sejak dini kepada narasumber kita,” terang koordinator wilayah Karimun INTI Kepri Agustyawarman, Minggu (27/10).
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat bisa mengetahui sejak dini tentang penyakit kanker. Sehingga, bisa dilakukan pencegahan maupaun pengobatannya. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan secara gratis untuk 100 wanita hebat tes IVA dan Sadanis pada hari Sabtu (26/10).
” Untuk pemeriksaan IVA dan Sadanis cukup banyak, cuman kita batasi saja. Dan nanti ada program sosial lagi, dari INTI Kepri di Karimun, untuk membantu masyarakat dalam berbagai ilmu pengetahuan dan medis,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi mengatakan, saatini penderita kanker ganas maupun jinak ada 625 kasus. Sehingga, seminar yang digelar oleh INTI Karimun sangat membantu kepada masyarakat dalam pemahaman kanker.
” Saya ucapkan terimakasih kepada INTI yang telah menggelar seminar. Sangat penting masyarakat untuk mengetahui bahayanya kanker dan bagaimana cara pencegahan sejak dini,” ucapnya.
Sedangkan salah satu peserta Hetty mengungkapkan, bahwa setelah mengikuti seminar dirinya baru mengetahui akan bahaya kanker. Dengan adanya seminar tersebut, sangat terbantu apa itu kanker dan bagaimana cara pencegahannya.
” Sangat bagus sekali, informasi dan wawasan saya bertambah apa itu kanker,” singkatnya.(*)






