Sementara itu, Kepala Cabang PT. MSM Tiga Matra Satria Rudy Theodorus mengatakan skema bisnis yang dilakukan sebesar 30% untuk PAD dan 45% untuk operasional dan gaji para juru parkir.
“Kerjasama kita disini untuk pengelolaaan di Tanjung Balai Karimun, target utama kita tentunya untuk menaikkan PAD dan juga digitalisasi sistem. Skema bisnis ada pembagian hasil ke PAD sebesar 30% untuk 45% di Operasional dan Gaji para Jukir serta di PT, karena kita berinvestasi juga disini.” kata Rudy Theodorus.
Dilanjutkannya mengenai gaji Jukir bukan wewenang dari PT. MSM Tiga Matra Satria melainkan koordinator serta CV yang ada.
“Gaji Jukir itu akan dibahas secara opsional apakah mau digaji atau sistem bagi hasil, nanti kita akan adakan diskusi bersama dengan para koordinator untuk pembahasan masalah ini.” ujar Rudy
Rudy juga mengungkapkan gaji akan diserahkan kepada koordinator serta tarif parkir tetap mengikuti peraturan yang berlaku di Kabupaten Karimun.
“Untuk gaji kita serahkan kepada koordinator dan CV untuk urusan gaji Jukir itu bukan wewenang kita nanti biarkan para koordinator yang berunding. Untuk tarif kita mengikuti peraturan yang ada misalkan disini tarif motor 1.000 ya kita mengikuti peraturan saja.” ungkapnya.
“Kita juga sudah pernah menerapkan di daerah-daerah lain, yang tadinya penghasilan tidak seberapa dengan adanya sistem dapat naik sebesar 50 persen. Untuk distribusi PAD sendiri ditahun pertama target 10% kita harus tau juga penghasilan realnya.” tutupnya.(edi)





