Audit Keamanan Gunung Kembang: Mencari Standar Keselamatan Pendakian

Kegiatan risk assessment

Bacaan Lainnya

Dipimpin oleh AKBP Indriyanto DP, SH, MH dan diketuai oleh AKP Tri Agung, tim audit menyasar jalur pendakian via Basecamp Blembem. “Kehadiran Dit Pamobvit adalah representasi negara dalam menjamin kenyamanan dan keselamatan aktivitas masyarakat,” ujar AKBP Indriyanto.

*Gunung Kembang dan Jalur Pendakiannya

Gunung Kembang, dengan puncak setinggi 2.340 mdpl, berada dalam wilayah administratif Kabupaten Wonosobo. Kawasan ini merupakan hutan negara yang dikelola Perum Perhutani, tepatnya di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara.

Pendakian dimulai dari Basecamp Blembem di ketinggian 1.300 mdpl, melalui jalur yang melewati sembilan titik pos, termasuk Gerbang 280, Paleman, Liliput, Kandang Coki, Ekor Naga, hingga padang sabana dan Tanjakan Mesra sebelum mencapai puncak. Total waktu tempuh rata-rata sekitar enam jam.

*Skydoors, Pelopor Kebersihan Jalur Pendakian

Salah satu keunggulan jalur Blembem adalah kebersihannya. Hal ini berkat peran komunitas pecinta alam lokal Skydoors, yang dipimpin Iwan. Ia memberlakukan sistem inventarisasi sampah: setiap pendaki harus mencatat barang bawaannya dan menunjukkan bahwa semua sampah dibawa turun kembali.

“Kalau bawa rokok, bungkus dan puntungnya harus dibawa kembali. Sama dengan bungkus makanan dan minuman. Jalur ini harus bersih,” ujar Iwan. Awalnya banyak yang keberatan, tapi kini sistem itu justru mendapat apresiasi. Bahkan ada pendaki yang rela membawa turun sampah orang lain.

Hasilnya? Jalur Blembem di Gunung Kembang kini dijuluki sebagai salah satu jalur pendakian terbersih di Indonesia.

*Audit Risiko: Skor Bronze, Potensi Tumbuh

Penilaian dilakukan terhadap enam aspek: infrastruktur (34 kriteria), keamanan (22), keselamatan (25), kesehatan (15), sistem pengamanan (24), dan informasi (10), dengan total 130 kriteria. Jalur Blembem meraih skor lebih dari 60 persen dan berpredikat “Bronze”.

“Dengan perbaikan dan pemenuhan fasilitas, predikatnya masih bisa naik menjadi Silver atau bahkan Gold,” ujar AKP Tri Agung.

Kegiatan audit ini diikuti oleh berbagai pihak: Perum Perhutani Divre Jateng, KPH Kedu Utara, BKPH Wonosobo, Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo, serta komunitas Skydoors. Kolaborasi multipihak ini diharapkan memperkuat tata kelola wisata alam berbasis keselamatan dan keberlanjutan.

*Menjaga Gunung, Menjaga Nyawa

Audit ini menjadi langkah penting membangun kesadaran bahwa pendakian bukan hanya tentang petualangan, tapi juga soal mitigasi risiko. Tragedi yang menimpa pendaki asing di gunung lain seharusnya menjadi pengingat bahwa standar keamanan harus terus ditingkatkan. Gunung Kembang via Blembem bisa jadi model—tak hanya karena keindahannya, tetapi juga karena sistem pendakian yang menjunjung tinggi tanggung jawab terhadap alam dan nyawa. (SJA)

Total Views: 654

Pos terkait