
Lebih lanjut, ia yang turut hadir dalam peletakan batu pertama tersebut, juga menanggapi penekanan Bupati Karimun kepada perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dengan persentase 70 persen.
Menurutnya, penyerapan tenaga kerja lokal dengan persentase 70 persen itu sah-sah saja karena juga berlaku di semua perusahaan.
“Masyarakat setempat, berhak mendapat kesempatan bekerja. Khusus untuk investasi di Karimun, kita sudah komitmen di semua perusahaan untuk memprioritaskan 70 persen tenaga kerja lokal,” tegasnya.
Terakhir, Ketua DPRD Karimun ini menegaskan, untuk upaya meningkatkan perekonomian masyarakat di Pulau Kundur, Karimun bukan hanya Kawasan Berikat saja.
Disampaikannya, di Pulau Kundur akan ada program lain oleh Kamar Dagang Industri (Kadin) Kepulauan Riau. Yakni, BBK Murah atau disingkat Batam, Bintan dan Karimun Murah yang merupakan program untuk membuka peluang masuknya investasi asing dengan memberikan gratis sewa lahan sampai dengan 5 tahun.
“Program BBK Murah ini sudah diwacanakan pemerintah melalui Kadin, sebagai upaya kita agar Pulau Kundur jadi wilayah industri, sebagai tahap awal akan kita sesuaikan tata ruangnya yang akan kita bahas bulan ini,” tutup Yusuf Sirat. (yra)





