Menurut Gubri, prioritas pembangunan tersebut belum tercapai akibat pandemi virus corona atau COVID-19 yang berdampak pada berbagai sektor perekonomian, termasuk pariwisata.
Namun demikian, dia meyakini bahwa target tersebut bisa dicapai pada 2021.
Sementara itu, arah kebijakan pembangunan untuk, menurut dia adalah pemantapan sektor industri, pertanian, pariwisata yang mendorong perdagangan dan jasa untuk meningkatkan daya saing ekonomi.
Sedangkan untuk 2022, adalah membangun kemandirian ekonomi berbasis industri, pertanian dan pariwisata dengan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang prima.
“Untuk tahun 2023 memantapkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik dan daya saing daerah yang kompetitif,” ujar Syamsuar sebagaimana dikutip dari laman riaukepri.com.
Terakhir, untuk 2024 adalah mewujudkan Provinsi Riau yang berdaya saing, sejahtera, bermartabat dan unggul di Indonesia. (red/riaukepri.com)





