Gubernur Ahmad Luthfi akan sikat penggangu dana desa di jawa tengah
Semarang, jurnalterkini.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa desa akan menjadi ujung tombak pembangunan di wilayahnya.
Ia mengungkapkan bahwa dana desa sebesar Rp 1,2 triliun telah mulai digelontorkan untuk mempercepat pembangunan di tingkat desa. Luthfi juga mengancam akan menindak tegas setiap pihak yang berusaha mengganggu jalannya pembangunan desa.
Meski tidak menyebutkan secara rinci siapa saja yang dimaksud sebagai pengganggu, Luthfi menegaskan bahwa siapapun yang terbukti berusaha merusak program tersebut akan diproses sesuai hukum.
“Jangan sampai desa dijadikan objek kenakalan mereka. Jika ada yang nakal atau mengganggu, akan diproses. Itu ancaman saya,” kata Ahmad Luthfi dalam keterangan pers pada Selasa (8/04/2025).
Untuk memastikan pembangunan desa berjalan dengan baik, Luthfi juga menjalin koordinasi dengan pihak kepolisian (Polda Jateng) dan kejaksaan. Keduanya akan ikut mengawasi pelaksanaan dana desa agar tepat sasaran, sesuai aturan, dan terhindar dari potensi penyimpangan.
Lebih lanjut, Gubernur Luthfi menyatakan bahwa setiap kabupaten di Jawa Tengah akan memiliki saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan adanya gangguan atau penyalahgunaan dalam pelaksanaan pembangunan desa. “Kalau ada yang cari-cari masalah, itu penyakit dan ganggu pembangunan. Saya sudah koordinasi dengan Polda dan Kejaksaan,” lanjutnya.
Dengan langkah ini, diharapkan kepala desa (Kades) tidak lagi merasa takut dalam mengembangkan potensi desanya dan dapat menjalankan program pembangunan dengan maksimal tanpa hambatan dari pihak manapun.(PH)






