Kelapa Sulit Didapat, Harga Santan di Karimun Meroket

Pedagang santan dan bumbu masakan di Pasar Puan Maimun Tanjung Balai Karimun (dokumentasi pribadi)
Pedagang santan dan bumbu masakan di Pasar Puan Maimun Tanjung Balai Karimun (dokumentasi pribadi)

Karimun, JurnalTerkini.id – Sejumlah pedagang santan di Pasar Puan Maimun, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan pasokan kelapa sulit didapat sehingga harga jual meroket.

“Kelapa agak susah sekarang, padahal lebaran tinggal seminggu lagi,” kata pedagang santan, Jasni pada Sabtu (22/3/2025).

Bacaan Lainnya

Santan merupakan salah satu bahan baku untuk membuat opor ayam, rendang dan lainnya yang biasa disiapkan umat Islam dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Namun, kelangkaan kelapa memicu naiknya harga jual di pasaran.

“Memang ada kenaikan harga. Sekarang Rp22.000 per kilogram, padahal biaanya hanya Rp13.000,” ungkap Jaseni.

Menurut dia, kebutuhan santan pada pertengahan Ramadhan tahun ini sudah mulai naik. Dimana, rata-rata mereka untuk membuat kue maupun jualan yang membutuhkan santan.

Masih kata Jasni, untuk 1 kilogram santan, ia membutuhkan 3 butir kelapa. Sedangkan penjualan per harinya di bawah 500 butir kelapa, padahal biasanya mencapai 1.000 butir.

“Rata-rata ibu-ibu membeli santan di bawah 1 kilogram. Jarang beli lebih banyak,” tuturnya.

Kenaikan harga santan, menurut dia, karena beberapa bulan ini sudah terjadi kelangkaan sebab pohon kelapa di Pulau Kundur banyak tidak berbuah.

“Katanya, kelapa diekspor keluar negeri. Hampir semua daerah mengalami kelangkaan kelapa,” ucapnya.

Seorang pedagang makanan, Adi mengeluhkan harga santan yang semakin meroket. Sehingga, harus dapat mensiasati penggunaan santan untuk lauk yang dijualnya.

“Entahlah, harga santan mahal minta ampun. Biasanya Rp18.000, sekarang Rp22 ribu bahkan sampai Rp24 ribu per kilogramnya. Saya agak kesulitan menetapkan harga makanan,” kata Adi. (jms)

Total Views: 441

Pos terkait