“Jadi hasil diskusi kemaren, baru membicarakan masalah lokasi, sampai kemarin itu sore itu belum dapat lagi lokasi dan selagi tidak melanggar aturan tidak kena hutan lindung,” terangnya.
Dalam waktu dekat ini tim akan turun lagi BPN, Tata Ruang semua akan turun melihat lokasi mana yang tidak kena hutan lindung, jadi pembangunan itu paling pokoknya lokasi.
“Kalau lokasinya aman, baru kita keluar izin , bisa melaksanakan pembangunan sarana prasarana BBM 1 harga itu” ucapnya.
Jadi kemaren itu kemungkinan bisa saja digeser dari Desa Belaras, kalau lokasi di Desa Belaras itu tidak memungkinkan, nanti tim akan bekerja desa mana yang bisa dan tidak melanggar aturan yang ada itu.
Harapan dari pemerintah daerah bagaimana SPBU BBM 1 harga ini bisa terbangun pada tahun ini dan segera beroperasi itu target.
“Harapan kita kepada masyarakat, desa manapun nanti akan mendapatkan lokasi sesuai dan cocok dan tidak melanggar aturan, harapan kita kepada masyarakat berpartisipasi mendukung pembangunan SPBU BBM 1 harga ini,” harapnya.
Peluang itu yang harus di maksimalkan bersama tim calon mitra dan dinas terkait bisa segera bersama-sama sesuai poksinya masing-masing ini.
“karena waktu ada 4 bulan lagi,” urainya.
Ditambahkan Aris, Wabub berpesan kepada Tim sewaktu Video Conefrence hari Rabu, 26 Agustus 2020 dengan Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pertamina pusat, bahwa tim di Inhil dari berbagai sektor segera turun ke lapangan untuk mengecek lokasinya sesuai dengan aturan yang ada dalam rangka penerapan Program BBM 1 harga di Kabupaten Indragiri Hilir. (abd)




