Isdianto yang baru saja dilantik sebagai Gubernur definitif Kepulauan Riau ini mengatakan, salah satu lembaga survey yang dimaksud di antaranya Indo Barometer, Lembaga Survey Indonesia (LSI) dan Lembaga Survei Stratak Indonesia (StratakIndo).
“Persentasenya kita di sekitar 40 persen diatas dari yang lain,” katanya.
Terpisah, Isdianto juga sempat menyinggung perihal adanya kampanye hitam atau “black campaign” yang terus menyerang dirinya.
Menurutnya, kampanye hitam yang ditujukan kepadanya tersebut, baru bermunculan jelang pesta demokrasi pada 9 Desember 2020 mendatang.
“Sudah mulai ada black campaign, kita sudah luruskan itu dengan upaya kita untuk memberitahu ke masyarakat yang hadir agar disampaikan mulut ke mulut ke masyarakat lainnya,” jelasnya.
Namun, adik kandung dari almahum Gubernur Muhammad Sani ini meyakini kampanye hitam yang ditujukan kepadanya itu tidak akan menggoyahkan elektabilitasnya.
“Elektabilitas, saya yakin tidak terpengaruh karena black campaign, saya yakin masyarakat kita tidak terpengaruh karena masyarakat saat ini lebih pintar,” ungkap Isdianto.
Untuk itu, orang nomor satu di Kepulauan Riau ini mengimbau kepada masyarakat agar terus berpolitik santun dan bijak dalam menyikapi apa yang didengar menjelang pesta demokrasi mendatang.






