“Pasar ini kita bangun agar pedagang dan pembeli merasa betah. Konsepnya sama dengan swalayan atau mal,”.
Karimun (jurnal) – Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat meninjau pemakaian Pasar Puan Maimun yang belum lama ditempati para pedagang setelah pemakaiannya diresmikan beberapa pekan lalu.
Bupati Nurdin meninjau Pasar Puan Maimun Blok B yang kemudian dilanjutkan ke Blok A didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Usaha Kecil dan Menengah Muhammad Hasbi dan Kepala Bagian Humas Setkab Karimun Muhammad Yosli.
Dalam tinjauannya itu, Nurdin menyempatkan diri berbincang dengan beberapa pedagang sayur di Blok B. Ia juga sempat berdiskusi dengan Muhammad Hasbi soal proses relokasi seluruh pedagang Pasar Puakang ke pasar yang dibangun dengan konsep semi moderen itu.
“Saya lihat pasar ini sudah mulai ramai. Saya berharap seluruh pedagang di Puakang segera pindah ke sini,” kata Nurdin.
Nurdin mengatakan, sarana prasarana pasar yang dibangun dua gedung dengan tiga lantai sudah memadai, namun yang akan menjadi perhatian pemerintah daerah adalah masalah jalan di sekeliling pasar dan tangga di kiri kanan bangunan Blok B.
“Kita akan bahas soal jalan dan pembangunan tangga itu,” katanya.
Ia mengatakan, Pasar Puan Maimun diharapkan memiliki kesan berbeda dengan pasar tradisional. Kondisi pasar harus bersih sehingga pedagang maupun pembeli merasa nyaman.
“Pasar ini kita bangun agar pedagang dan pembeli merasa betah. Konsepnya sama dengan swalayan atau mal,” katanya.
Kepala Diskop Perindag dan UKM Muhammad Hasbi mengatakan, sebagian pedagang pakaian dan emas di Puakang belum pindah ke Blok A karena mereka masih melakukan perombakan kios.
“Kendala mereka belum pindah karena pintu untuk kios belum siap. Kita sudah mengeluarkan imbauan agar mereka segera pindah dari Puakang,” kata Hasbi. (rus)





