”Dengan gagalnya proyek itu, diharapkan menjadi atensi sangat serius khususnya kepada wakil rakyat yang akan dilantik, artinya sebelum dilakukan audit oleh pihak berwajib dan berwenang, jangan pula 30 orang wakil rakyat kita menyetujui usulan pengerjaan lanjutan. Ini namanya kerja ‘menyanyah’ bahasa Melayu-nya.”
Meranti (Jurnal) – Dengan realisasi yang mengecewakan karena tidak mencapai target dan diperparah hengkangnya PT Nindya Karya cs dari lokasi pekerjaan pembangunan Proyek Jembatan Selat Rengit (JSR) sebelum kontrak berakhir pada 31 Desember 2014, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir secara tegas menyatakan proyek tahun jamak tersebut gagal.
“Seperti diketahui selama ini, dimana tahap demi tahap pelaksanaan proyek multiyears JSR, progresnya pertahun, bahkan ketika pengerjaan sudah memasuki tahun ketiga (terakhir), hasilnya jauh dari target,” ungkap Irwan Nasir ketika dikonfirmasi wartawan media ini usai menghadiri acara jambore PAUD di Taman Cik Puan, Jalan Merdeka, Kota Selatpanjang pada Rabu (3/9).
Tambah orang nomor satu di kabupaten paling bungsu di Provinsi Riau ini, jadi kalau sudah begitu hasil kerjanya, ya proyek tersebut jelas dan pasti gagal, karena tidak mencapai target sesuai kontrak, untuk menindaklanjuti persoalan ini, Pemkab Meranti akan mengambil beberapa langkah konkrit,”
Sementara itu HM Adil, politisi Partai Hanura, yang tidak lama lagi menduduki kursi empuk di DPRD Provinsi Riau, ketika dimintai tanggapannya terkait pernyataan bupati, menegaskan bahwa Proyek JSR gagal,
Melalui telepon selulernya, Kamis(4/9), dia mengatakan, “Apa yang selama ini kita khawatirkan dan selalu kita sampaikan, ternyata sudah dipertegas oleh bupati. Jadi selaku pihak yang punya hajat atas proyek gagal itu, tentu saja masyarakat termasuk saya selaku wakil rakyat di DPRD Meranti dan selama ini terus menerus mengingatkan agar jangan memaksakan kehendak atas proyek bernilai ratusan miliar itu, pastinya hanya minta pertanggungjawabannya secara penuh.”
Ketua Lembaga Survei Independen-Kepulauan Meranti (LSI-KM) Buyung menambahkan, ”Dengan gagalnya proyek itu, diharapkan menjadi atensi sangat serius khususnya kepada wakil rakyat yang akan dilantik, artinya sebelum dilakukan audit oleh pihak berwajib dan berwenang, jangan pula 30 orang wakil rakyat kita menyetujui usulan pengerjaan lanjutan. Ini namanya kerja ‘menyanyah’ bahasa Melayu-nya. Dan itu bukan mencerminkan wakil rakyat, cukup periode ini saja rakyat Meranti dibohongi, periode selanjutnya jangan terus dibohongi,” katanya singkat. (Isk)





