Tembilahan,JurnalTerkini.id – Dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional 2025, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tembilahan menggelar simulasi tanggap darurat kebakaran di halaman kantor ULP Tembilahan pada Rabu (12/2/2025).
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini disaksikan langsung oleh Manajer PLN ULP Tembilahan, Sabur Januardi, bersama seluruh karyawan PLN ULP Tembilahan, serta sejumlah tamu undangan dari instansi terkait, seperti Dinas Pemadam Kebakaran setempat.
Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya kebakaran di lingkungan kerja, serta memperkuat budaya keselamatan kerja yang menjadi prioritas utama bagi PLN. Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, kegiatan ini menjadi momen penting untuk memastikan seluruh karyawan memiliki pemahaman dan keterampilan yang tepat dalam menangani kejadian darurat, khususnya kebakaran.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan oleh petugas keamanan dan keselamatan PLN mengenai prosedur standar operasional penanggulangan kebakaran. Petugas memberikan penjelasan rinci mengenai jenis-jenis kebakaran, alat-alat yang digunakan untuk memadamkan api, serta langkah-langkah yang harus diambil dalam situasi darurat.
Selanjutnya, para peserta diajak untuk langsung terlibat dalam simulasi pemadaman api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Dalam sesi ini, peserta dilatih untuk mengenali jenis api yang bisa dipadamkan dengan APAR, serta cara penggunaannya yang efektif dan efisien. Selain itu, simulasi juga mencakup tahapan evakuasi yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran besar di area kantor. Semua peserta dilatih untuk tetap tenang dan terkoordinasi dengan baik dalam proses evakuasi guna meminimalkan risiko dan kerugian.
Selain simulasi pemadaman api, kegiatan ini juga menyertakan pelatihan mengenai penggunaan alat pemadam kebakaran lainnya, seperti selang pemadam api, serta teknik pemadaman kebakaran menggunakan alat pemadam otomatis (sprinkler). Simulasi yang melibatkan interaksi langsung dengan petugas pemadam kebakaran setempat ini memberikan pengalaman berharga kepada seluruh peserta mengenai bagaimana bertindak dengan cepat dan tepat dalam menghadapi situasi kebakaran yang sesungguhnya.
Sabur Januardi, Manajer PLN ULP Tembilahan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan simulasi ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keselamatan seluruh karyawan dan lingkungan kerja. “Kami percaya bahwa dengan memberikan pelatihan dan simulasi secara rutin, kami dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat,” ujar Sabur.
Sabur juga menambahkan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional ini menjadi momentum penting untuk terus mengedepankan budaya keselamatan di setiap kegiatan operasional. “Selain itu, dengan adanya kolaborasi bersama pihak terkait seperti petugas pemadam kebakaran kami berharap simulasi ini tidak hanya meningkatkan keterampilan karyawan, tetapi juga mempererat sinergi antar instansi dalam menjaga keselamatan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Bulan K3 Nasional yang digelar oleh PLN di seluruh unit kerja di Indonesia. K3 Nasional merupakan momentum tahunan yang diselenggarakan untuk meningkatkan perhatian dan kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan kerja, serta untuk mengingatkan pentingnya keselamatan kerja baik di lingkungan perusahaan maupun di masyarakat umum.
Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di sektor energi, PLN selalu menekankan pentingnya penerapan standar K3 yang tinggi dalam setiap lini operasionalnya. Kejadian kebakaran, baik di area kantor maupun area operasional yang melibatkan peralatan listrik, memiliki potensi bahaya yang tinggi. Oleh karena itu, PLN terus berupaya untuk memberikan pelatihan intensif bagi karyawan agar mampu menangani situasi darurat dengan cepat dan tepat.
Simulasi tanggap darurat kebakaran yang digelar oleh PLN ULP Tembilahan ini diharapkan dapat memberi dampak positif tidak hanya bagi internal perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang bisa menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana kebakaran secara lebih luas.
Dengan semakin meningkatnya pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya keselamatan kerja, diharapkan risiko kecelakaan dapat diminimalisir sehingga dapat mewujudkan operasional excellent dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya di bidang kelistrikan.






