Warga masyarakat Desa Tanjung Padang Kecamatan Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, akhir-akhir ini kebingungan dan resah karena kayu alam di wilayahnya sudah mulai punah disikat PT RAPP yang beroperasi dengan dalih kelola HTI.
Itak Mulyadi dalam statusnya di jejaring sosial Facebook, tepatnya dalam grup Drs Masrul Kasmy For Meranti 1 pada Kamis (2i/8), yang menduduki rangking atas dan jadi pembicaraan di grup tersebut menyebutkan bahwa warga masyarakat Desa Tj Padang udah mulai Resah karna kayu alam udah mulai Pupus, tutupnya.
Lebih lanjut Itak mengomentari penyebab keresahan masyarakat di wilayah itu yang mulai mengaku sulit mendapatkan kayu alam untuk berbagai keperluan sehari hari, seperti untuk membangun rumah, jembatan, kandang ternak serta keperluan lain.
Itak mengatakan penyebab kepunahan kayu alam di wilayah itu dikarenakan oleh oknum pejabat yang tamak dan tidak pernah tahu dengan masyarakat bawah.
Lebih janjut lagi Itak menuturkan dalam komentarnya, jikapun ada hamparan daun yang menghijau jika dipandang dari kejauhan, maka daun tersebut adalah daun atau kayu yang tumbuh di perkebunan sagu masyarakat yang hanya berjarak 1 kilometer dari pantai, “kalau 3 kilometer dari pantai bang, itu adalah daun akasia milik PT RAPP,dimana dulunya adalah hutan alam yang kayu-kayunya dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.
Dirinya memang tidak menafikan jika masuknya PT RAPP ke wilayah itu yang semula ditolak oleh sebagian besar masyarakat yang berdomisili di Pulau Padang dan wilayah sekitarnya, secara pribadi ia menilai PT RAPP telah memberikan kontribusi tenaga kerja bagi masyarakat di sana, hanya saja permasalahan kayu yang punah itulah yang saat ini menjadi persoalan, bagi masa depan anak cucu mereka.
Seperti diketahui, awal akan beroperasinya PT RAPP di wilayah Pulau Padang yang berdalih menjalankan HTI (Hutan Tanaman Industri), padahal tidak memiliki dasar hukum kuat dan berimbas pada kerusakan kayu alam dan lingkungan sekitar, seiring berjalannya waktu telah terbukti, bahkan persoalan ini sejak awal telah diingatkan banyak pihak dan pihak-pihak berkompeten. (Isk)





