Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken Rabu malam mengatakan ia “berharap” suatu kesepakatan akan dicapai dan berjanji untuk mencurahkan seluruh waktu yang tersisa dari hari-hari pemerintahan Biden untuk berupaya mewujudkan kesepakatan itu.
“Ini harus terjadi. Ini perlu terjadi. Kita perlu membawa pulang orang-orang,” kata Blinken dalam acara di Dewan Hubungan Luar Negeri. “Kita perlu mencapai gencatan senjata. Kita perlu membuat orang-orang bergerak dari arah yang berbeda, ke arah hidup yang lebih baik, ke arah perbaikan kerusakan mengerikan yang telah terjadi.”
Blinken mengatakan Hamas telah menjadi “penghalang utama” bagi kesepakatan gencatan senjata, tetapi menurutnya para pemimpin Hamas memahami pada saat ini bahwa para pendukung mereka seperti Hizbullah dan Iran “tidak datang untuk menyelamatkannya.”
Direktur CIA William Burns mendarat di Qatar pada hari Rabu untuk bertemu dengan para pejabat Qatar, upaya terbaru dari pekerjaan berbulan-bulan AS, Qatar dan Mesir dalam upaya memperantarai tercapainya kesepakatan.
Danny Danon, duta besar Israel untuk PBB, menyatakan harapan mengenai tercapainya kesepakatan sewaktu ia berbicara kepada wartawan hari Rabu.
“Setelah banyak penolakan oleh Hamas, kami berharap kita akan mendapat sejumlah kabar sebelum liburan Hanukkkah dan Natal,” kata Danon.
Namun, Danon memperingatkan bahwa pada masa lalu, Hamas telah mengajukan tuntutan pada saat-saat terakhir yang menggagalkan tercapainya kesepakatan, sedangkan militan pada gilirannya menyalahkan Israel karena kebuntuan berbulan-bulan dalam upaya mencapai gencatan senjata. [voa]
Jaringan: VOA






