Pesaing utama Wickremesinghe termasuk pemimpin oposisi Sajith Premadasa dan Anura Dissanayake, pemimpin partai politik berhaluan kiri yang mendapatkan popularitas di antara orang-orang yang menyalahkan partai-partai tradisional atas bencana ekonomi saat ini.
Wickremesinghe sebelumnya kalah dalam pilpres tahun 1999 dan 2005, sementara Premadasa dan Dissanayake kalah pada pilpres 2019. Kandidat terkemuka lainnya adalah Namal Rajapaksa, putra mantan Presiden Mahinda Rajapaksa sekaligus keponakan Presiden Gotabaya Rajapaksa yang disingkirkan.
Pencalonannya akan menunjukkan seberapa besar dukungan yang masih tersisa bagi dinasti Rajapaksa yang sebelumnya berkuasa, setelah jatuh dari tampuk kekuasaan akibat krisis ekonomi.
Keluarga Rajapaksa telah menonjol dalam politik Sri Lanka sejak negara itu menjadi sebuah negara demokrasi, usai memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948.
Kepemimpinan Mahinda Rajapaksa dalam mengakhiri perang saudara selama 26 tahun selama masa jabatan kepresidenannya tahun 2005-2015 membawa keluarganya ke puncak popularitas. [voa]
Jaringan: VOA





