Salah satu faktor penghambat produktifitas kualitas kerja yaitu orang yang memiliki penghasilan yang tinggi tetapi tidak diimbangi dengan etos kerja yang disiplin dan maksimal, tetapi berikanlah kontribusi yang signifikan.”
Meranti (Jurnal) – Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan Nasir M.Si memberikan pembekalan kepada 345 pegawai negeri sipil yang lulus beberapa pekan lalu agar bekerja profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pembekalan yang digelar Kamis 17/7 di Gedung Afifa Jalan Banglas Selatpanjang, Bupati membagikan ilmunya terhadap ratusan pegawai tersebut agar tidak hanya mengandalkan teori dalam menjalankan tugas tetapi juga dibarengi dengan kinerja di lapangan.
“Bila hanya mengandalkan teori tidak ada kerja di lapangan, maka kita tidak akan pernah maju dan akan terus menjadi orang yang tertinggal. Tunjukkan prestasi pekerjaan bahwa kita mampu bersaing dengan daerah lain bahkan negara lain.
Salah satu faktor penghambat produktifitas kualitas kerja yaitu orang yang memiliki penghasilan yang tinggi tetapi tidak diimbangi dengan etos kerja yang disiplin dan maksimal, tetapi berikanlah kontribusi yang signifikan,” ungkapnya.
Di tengah tengah sulitnya mencari pekerjaan, kini profesi PNS menjadi idaman sebagian masyarakat karena adanya jaminan hari tua. Sehingga sangat wajar bila masyarakat berkeinginan untuk meniti karis sebagai pegawai. Untuk itu PNS hendaknya benar benar mampu bekerja sama dalam membangun kebupaten kepulauan meranti, kata dia.
Tidak hanya itu, Irwan juga mengatakan prestasi PNS saat ini belum memuaskan, banyak PNS berkeliaran saat jam kerja, hal ini tidak mencerminkan sikap kedisiplinan dan rasa tanggung jawab dengan pekerjaan sebagai seorang pegawai negri sipil.
Irwan menyayangkan dan mengatakan apakah sistem yang salah ataupun PNS-nya yang salah. Ia menyimpulkan bahwa sistem di Meranti ini salah, seharusnya memiliki sistem target, pengawasan harus diperketat. “Ada tolak ukur PNS yang berprestasi kedepannya, bila perlu yang tidak disiplin akan ada eliminasi, ” tegas Irwan.
Dengan situasi yang sulit ini, bupati berharap PNS tetap memberikan kualitas kerja, produktifitas yang signifikan jangan cepat cepat ingin pindah dari Meranti. “Jangan ingin cepat kaya tetapi malas bekerja.” tegasnya lagi. (Isk)





