Pekerja migran beralih profesi demi bertahan hidup

Pekerja migran beralih profesi demi bertahan hidup, setelah pandemi COVID-19 memaksa mereka pulang ke Karimun meninggalkan negara tempat mereka bekerja. Ilustrasi: Pekerja migran Indonesia di pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun. (foto:yra)
Pekerja migran beralih profesi demi bertahan hidup, setelah pandemi COVID-19 memaksa mereka pulang ke Karimun meninggalkan negara tempat mereka bekerja. Ilustrasi: Pekerja migran Indonesia di pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun. (foto:yra)

Kita melihat kemarin di Sungai Ungar Utara ada 10 orang (PMI) yang menjadi pelaku UMKM. Tempat lain ada yang berjualan sembako, gorengan

Karimun, JurnalTerkini.id – Kurang lebih 3.991 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Karimun, Kepulauan Riau, kembali ke Indonesia sejak mewabahnya COVID-19.

Bacaan Lainnya

Kembalinya PMI itu dikarenakan di negara tempat mereka bekerja menerapkan Lock Down atau karantina wilayah cegah penyebaran COVID-19.

Mereka para pekerja migran beralih profesi demi bertahan hidup. Sebagian memilih berbalik haluan untuk tetap bertahan di masa pandemi, seperti jadi pelaku UMKM, pedagang hingga buruh kasar.

“Kita melihat kemarin di Sungai Ungar Utara ada 10 orang (PMI) yang menjadi pelaku UMKM. Tempat lain ada yang berjualan sembako, gorengan, jadi mencari pekerjaan seperti itu sementara ini,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq kepada Jurnal Terkini Jumat (17/7/2020).

Dikatakan Rafiq, kondisi ini membuat pihaknya menggalakkan berbagai program pemulihan ekonomi masyarakat. Misalnya saja, menjamin kawasan industri tangguh COVID-19.

Penyerapan tenaga kerja

Menurutnya, hal itu bisa menjadi potensi penyerapan tenaga kerja. Karena kawasan industri tangguh dapat memberikan jaminan di perusahaan tersebut.

“Tapi karena kita mampu, tangguh sehingga pekerja terlindungi, mereka bisa dapat penawaran mungkin dari daerah yang tutup, dan mungkin pekerjaan itu akan dialihkan ke tempat kita. Otomatis akan menyerap tenaga kerja,” katanya.

Meski begitu, dia berharap akses masyarakat untuk bekerja di luar negeri agar segera dibuka, sehingga penghasilan pekerja migran ini bisa pulih kembali.

Untuk itu, Rafiq menyampaikan ia turut mengajak Plt Gubernur Kepulauan Riau Isdianto untuk mendorong hal tersebut.

“Kita dorong pak Gubernur juga memberikan keyakinan bahwa kita sudah bisa menghadapi dengan tatanan kehidupan baru ini, namun meyakinkan investor luar sulit, jadi untuk kesini masih belum dibuka oleh pemerintah mereka,” ujarnya lagi

Rafiq menambahkan, akses masuk dan keluar negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura itu juga akan sangat mempengaruhi sektor pariwisata di Kabupaten Karimun.

“Pariwisata saat ini menjadi sektor yang belum mendapat jaminan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat, selagi akses ke Malaysia dan Singapura belum dibuka,” kata bupati.

“Wisata lokal memang sangat terbatas, tapi kita mengharapkan di sektor industri kemaritiman dan UMKM,” tutupnya. (yra)

Total Views: 101

Pos terkait