CPJ: Sedikitnya 111 Wartawan Tewas di Gaza Sejak 7 Oktober 2023
Komite Perlindungan Wartawan CPJ mengatakan sedikitnya 111 wartawan dan pekerja media tewas saat meliput perang Israel-Hamas di Gaza. Hal ini menjadikan konflik di Gaza ini sebagai konflik yang paling banyak menewaskan wartawan sejak CPJ memulai pencatatan hal ini pada tahun 1992.
Fotografer AFP asal Lebanon, Christina Assi, selamat dalam serangan IDF ke Gaza bulan Oktober lalu. Tetapi ia kehilangan salah satu kakinya. Christina ikut membawa obor Olimpiade menuju ke Paris pada 21 Juli lalu.
“Sungguh luar biasa dan mengharukan melihat semua orang bersorak setelah kami selamat dari serangan yang ditargetkan pada wartawan. Saya berharap apa yang kami lakukan hari ini dapat menunjukkan rasa hormat kami pada semua wartawan, serta teman-teman kami yang telah terbunuh tahun ini,” ujarnya.
Banyak wartawan yang meliput protes Netanyahu di Gedung Kongres mengatakan kepada VOA bahwa mereka tidak melupakan para wartawan yang tewas di Gaza.
Wartawan independen Chris James mengatakan, “Saya kira merupakan hal yang sangat penting bagi kita ketika wartawan bersuara lantang dan menunjukkan bahwa melakukan kerja jurnalistik bukan suatu kejahatan. Kami mengatakan hal ini dalam konflik di Rusia, di Ukraina, dan seharusnya saat terjadi konflik di Palestina.”
Mahkamah Kriminal Internasional ICC pada bulan Mei lalu telah menuntut surat penangkapan bagi Netanyahu dan menteri pertahanan Israel, serta tiga pemimpin Hamas dengan tuduhan melakukan kejahatan perang. [voa]
Jaringan: VOA






