Aktivis Media Tuntut Netanyahu Tanggung Jawab atas Kematian Wartawan di Gaza

Aksi protes pada saat Pidato PM Israel Benjamin Netanyahu pada pertemuan gabungan Kongres AS, di Capitol Hill di Washington, AS, 24 Juli 2024. (foto: Reuters)
Aksi protes pada saat Pidato PM Israel Benjamin Netanyahu pada pertemuan gabungan Kongres AS, di Capitol Hill di Washington, AS, 24 Juli 2024. (foto: Reuters)

Washington, DC – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi kritik tajam dari kelompok-kelompok aktivis media saat melawat ke Washington, DC pekan lalu untuk menyampaikan pidato di Kongres AS dan melangsungkan pertemuan di Gedung Putih. Sebagian anggota kelompok itu mengatakan Netanyahu harus dimintai pertanggungjawaban atas kematian puluhan wartawan yang meliput perang di Gaza.

Mayoritas anggota Kongres Amerika menyambut hangat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat ia datang ke Capitol Hill Rabu lalu (24/7/2024). Namun di luar kompleks gedung Kongres itu, ribuan orang memprotes pidato yang disampaikannya.

Bacaan Lainnya

Kelompok aktivis kebebasan pers “Reporters Without Borders” mendukung demonstrasi tersebut. Kepala kelompok itu untuk wilayah Timur Tengah, Jonathan Dagher mengatakan, “(Kami mendukung aksi demonstrasi ini karena) sikapnya sebagai perdana menteri yang menolak mengambil langkah-langkah bermakna apapun untuk menghentikan pembantaian wartawan di Gaza dan memastikan perlindungan bagi mereka untuk bekerja di Gaza.”

“Reporters Without Borders” telah mengajukan tiga gugatan hukum ke Mahkamah Kriminal Internasional ICC atas nama para wartawan, dan mendesak penyelidikan terhadap Netanyahu dan militer Israel. Kelompok itu mengatakan gugatan hukum itu mencakup bukti bahwa militer Israel memang menyasar wartawan.

Meghnad Bose, seorang mahasiswa Universitas Columbia yang juga menjadi wartawan dan baru-baru ini meraih pujian dari komite Anugrah Pulitzer karena liputannya tentang demonstrasi pro-Palestina di kampus-kampus terkemuka AS, mengatakan, “Saya kira media arus utama telah mengecewakan mitra-mitranya karena tidak meliput dengan semestinya kematian dan apa yang tampaknya seperti pembunuhan sistematis wartawan-wartawan ini sejak Oktober 2023 lalu.”

Awal tahun ini Pasukan Pertahanan Israel IDF mengatakan kepada NBC News bahwa “IDF telah mengambil semua langkah yang memungkinkan secara operasional untuk memitigasi atau mengurangi bahaya terhadap warga sipil, termasuk wartawan. IDF tidak pernah, dan tidak akan pernah secara sengaja menarget wartawan.”

Total Views: 332

Pos terkait