“Bagurau Samalam Suntuak” Bersama Alkawi, Warga Minang di Karimun Rugi Tidak Datang

Artis Minang, Alkawi cek sound di Minang Jaya Cafe pada Sabtu (20/7/2024) sebelum manggung di acara "Bagurau Samalam Suntuak" di Gedung PKSB Karimun, Minggu (21/7/2024). (jurnalterkini.id/rusdi)
Artis Minang, Alkawi cek sound di Minang Jaya Cafe pada Sabtu (20/7/2024) sebelum manggung di acara "Bagurau Samalam Suntuak" di Gedung PKSB Karimun, Minggu (21/7/2024). (jurnalterkini.id/rusdi)

Karimun, JurnalTerkini.id – Artis Minang dari ibukota, Alkawi akan hadir menghibur warga Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, khususnya suku Minang melalui acara yang bertajuk, “Bagurau Samalam Suntuak” Bersama Alkawi “Dendang Perantauan”.

Acara ini digelar di Gedung PKSB di Bukit Senang, Tanjung Balai Karimun pada Minggu (21/7/2024) malam mulai pukul 19.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Acara ini merupakan rangkaian dari acara syukuran pelantikan pengurus Himpunan Keluarga Solok Sekitar (HKSS) Kabupaten Karimun.

“Meski demikiann, acara terbuka untuk siapa saja yang hobi mendengarkan lagu-lagu minang,” kata Ketua HKSS Karimun Syamsurizal Rajo Mudo di sela “cek sound” di Minang Jaya Cafe, Baran, Sabtu (20/7/2024) malam.

Dia mengundang masyarakat Karimun secara umum, maupun suku Minang pada khususnya untuk bersama menyaksikan acara dendang perantauan ini.

“Bagi yang rindu kampung halaman atau hobi lagu Minang, boleh datang dan menghibur diri dengan kesenian khas Minang,” katanya.

Syamsurizal menambahkan, pertunjukan kesenian ini digelar semata untuk memperkenalkan sekaligus menghibur warga Minang di Karimun, lewat ‘Dendang Perantauan” semalam suntuk bersama artis Minang, Alkawi.

Artis Minang, Alkawi (tengah), Ketua Himpunan Kerukunan Keluarga Solok Sekitar (HKKS) Karimun, Syamsurizal Rajo Mudo (kiri). (jurnalterkini.id/rusdi)
Artis Minang, Alkawi (tengah), Ketua Himpunan Kerukunan Keluarga Solok Sekitar (HKKS) Karimun, Syamsurizal Rajo Mudo (kiri). (jurnalterkini.id/rusdi)

Sementara itu, Alkawi usai cek sound tersebut mengatakan akan menampilkan beberapa ragam alat musik dari kampung halamannya.

“Ada ‘rabab’, ‘saluang’, ada bansi, ‘sarunai’. Alkawi mengajak dunsanak-dunsanak ‘ambo’ untuk datang. Ini saya sebut acara silaturahmi akbar, walau beda daerah tapi ‘ambo’ yakin kita di perantauan kompak selalu,” ujar pelantun tembang “Antah Iyo Antah Tido”.

Dia berharap dengan pertunjukan kesenian ini Minang, bisa mengangkat dan memperkenalkan kembali budaya dan tradisi Minang kepada generasi muda Minang.

“Ribuan terima kasih banyak dan apresiasi kepada dunsanak-dunsanak di Tanjung Balai Karimun. Sebetulnya motivasi saya membawa karya-karya muatan tradisional, adalah untuk sosialisasi dan memperkenalkan terutama untuk anak-anak kita.”

“Budaya dan tradisi adalah identitas, kita berharap budaya dan tradisi tidak lapuk dimakan zaman,” katanya. (ms)

Total Views: 544

Pos terkait