Update Software Ganggu Operasi Sistem Windows di Seluruh Dunia

Para penumpang antre untuk check in di Bandara Internasional Don Mueang di Bangkok, Thailand, akibat sistem Windows down yang mengacaukan sitem komputer maskapai penerbangan, Jumat (19/7/2024). (foto: AP)
Para penumpang antre untuk check in di Bandara Internasional Don Mueang di Bangkok, Thailand, akibat sistem Windows down yang mengacaukan sitem komputer maskapai penerbangan, Jumat (19/7/2024). (foto: AP)

WELLINGTON, SELANDIA BARU – Pembaruan atau update perangkat lunak (software) yang salah telah memicu kekacauan teknologi di seluruh dunia pada Jumat (19/7/2024), menyebabkan penerbangan terhenti, beberapa perusahaan keuangan dan kantor berita mogok, serta mengganggu rumah sakit, usaha kecil, dan kantor pemerintah.

Luasnya gangguan jaringan sistem informasi di seluruh dunia ini menyoroti kerapuhan dunia digital yang hanya bergantung pada beberapa penyedia layanan komputasi utama.

Bacaan Lainnya

Masalah tersebut dipicu oleh pembaruan yang dikeluarkan oleh perusahaan keamanan siber CrowdStrike dan hanya memengaruhi pelanggannya yang menggunakan Microsoft Windows, sistem operasi paling populer di dunia untuk komputer pribadi.

Menurut CrowdStrike, gangguan massal ini bukan hasil peretasan atau serangan siber, yang juga telah meminta maaf dan mengatakan perbaikan sedang dilakukan.

Sistem komputer sektor bisnis dan pemerintah di seluruh dunia mengalami gangguan selama berjam-jam — monitor komputer mereka menyala biru dengan pesan kesalahan — dan mereka bergegas untuk mengatasi dampaknya. CEO CrowdStrike mengatakan bahwa beberapa sistem mereka akan memerlukan perbaikan manual yang memakan waktu.

Ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan dan puluhan ribu penerbangan tertunda, yang mengakibatkan antrean panjang di bandara-bandara di AS, Eropa, Asia, dan Amerika Latin.

Maskapai-maskapai penerbangan kehilangan akses ke layanan check-in dan pemesanan tiket di tengah musim perjalanan musim panas. Menjelang sore hari waktu AS bagian timur, situasi yang terburuk tampaknya sudah berakhir, meskipun masih ada beberapa pembatalan dan penundaan penerbangan yang tersisa karena efek berjenjang dari gangguan komputer tersebut.

Beberapa stasiun TV lokal di AS dilarang menayangkan berita pada Jumat (19/7/2024) pagi, dan beberapa pemerintah negara bagian dan lokal melaporkan masalah di pengadilan, departemen kendaraan bermotor, badan pengangguran, pusat panggilan darurat, dan kantor-kantor lainnya, tetapi seiring berjalannya hari, banyak sistem kembali normal.

Rumah sakit yang terkena dampak mengalami masalah dengan sistem janji temu, yang memaksa mereka untuk menangguhkan kunjungan pasien dan membatalkan beberapa operasi.

Misalnya, Alison Baulos yang menginformasikan bahwa operasi jantung ayahnya yang berusia 73 tahun di Paducah, Kentucky, dibatalkan pihak rumah sakit pada Jumat pagi karena gangguan teknologi informasi, membuat keluarganya takut dan khawatir.

“Hal itu benar-benar membuat Anda menyadari betapa kita bergantung pada teknologi dan betapa menakutkannya hal itu,” kata Baulos dalam sebuah wawancara. Ia mengatakan ayahnya sedang menunggu di Rumah Sakit Baptis untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Pesan telepon yang ditinggalkan di rumah sakit tersebut tidak segera dibalas.

American Express mengatakan bahwa pihaknya mengalami sejumlah kendala untuk memproses transaksi, sementara TD Bank menanggapi keluhan daring dengan mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya memulihkan kemampuan nasabah untuk mengakses akun mereka.

Di tempat lain, orang-orang mengalami ketidaknyamanan kecil, termasuk kesulitan memesan terlebih dahulu di Starbucks, yang menyebabkan antrean panjang di beberapa toko jaringan waralaba gerai kopi tersebut.

Di Times Square, New York City, tepat sebelum pukul 00.30, layar “pemulihan” biru yang muncul di laptop tampak di beberapa papan reklame elektronik raksasa. Beberapa papan reklame raksasa tampak gelap pada Jumat sore.

Total Views: 384

Pos terkait