Bupati: Investasi di Karimun Capai Rp14,4 Triliun dengan Menyerap 18.531 Tenaga Kerja

Menaker Ida Fauziyah (4 kanan), Gubernur Kepri Ansar Ahmad (3 kanan), Bupati Karimun Aunur Rafiq (4 kiri), Ketua DPRD Karimun M Yusuf Sirat (3 kiri) dan pejabat lainnya menabuh kompang tanda peresmian Balai Latihan Kerja di Bati, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kamis (11/7/2024) sore. (jurnalterkini.id/jansen)
Menaker Ida Fauziyah (4 kanan), Gubernur Kepri Ansar Ahmad (3 kanan), Bupati Karimun Aunur Rafiq (4 kiri), Ketua DPRD Karimun M Yusuf Sirat (3 kiri) dan pejabat lainnya menabuh kompang tanda peresmian Balai Latihan Kerja di Bati, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kamis (11/7/2024) sore. (jurnalterkini.id/jansen)

Karimun, JurnalTerkini.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq, menyebutkan total investasi di daerah setempat mencapai Rp14,4, triliun dan menyerap 18.532 tenaga kerja.

menyampaikan informasi terkait kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Karimun kepada Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, dalam kunjungannya ke Karimun pada hari Minggu (14/7/2024).

Bacaan Lainnya

Bupati Aunur Rafiq, di hadapan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah pada Kamis (11/7/2024) memaparkan bahwa total investasi itu terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan jumlah 431 perusahan.

“Investasi sebesar ini telah membuka lapangan pekerjaan bagi 18.531 orang tenaga kerja, dengan 84,23% di antaranya merupakan tenaga kerja lokal,” kata Bupati dalam acara peresmian Balai Latihan Kerja di Bati, Kecamatan Tebing tersebut.

Salah satu contoh perusahaan yang menyerap banyak tenaga kerja lokal adalah PT Saipem. Perusahaan ini mempekerjakan 6.376 orang, dengan 73,25% di antaranya merupakan tenaga kerja lokal.

Penyerapan tenaga kerja lokal dengan persentase lebih tinggi, menurut dia, sudah diatur melalui peraturan bupati (Perbup) sebagai upaya untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka (TPT) di tengah masyarakat Kabupaten Karimun.

“Dan alhamdulillah sudah terpenuhi, agar perusahaan yang masuk mempekerjakan tenaga kerja lokal sebesar 70 persen,” katanya dalam acara yang juga dihadiri Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Meskipun angka penyerapan tenaga kerja terbilang tinggi, Bupati Aunur Rafiq mengakui masih terdapat keterbatasan skill atau kemampuan tenaga kerja lokal. Hal ini menjadi tantangan yang perlu diatasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja di Karimun.

Oleh karena itu, Bupati Aunur Rafiq menekankan pentingnya pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi tenaga kerja lokal. Ia berharap Kemnaker dapat memberikan dukungan dan bantuan dalam hal ini, seperti melalui program-program pelatihan dan sertifikasi.

“Kami membutuhkan bantuan dari Kemnaker untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar mereka bisa bersaing di dunia kerja dan memenuhi kebutuhan industri yang ada di Karimun,” ujar Bupati Aunur Rafiq. (jms)

Total Views: 352

Pos terkait