Diklat Transportasi Laut Selesai, KSOP: Peserta Harus Siap Bantu Saat Tragedi di Kapal

Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Capt Supendi menyerahkan sertifikat kepada peserta diklat keselamatan transportasi laut dalam acara penutupan di Gedung Nasional, Tanjung Balai Karimun, Jumat (12/7/2024). (jurnalterkini.id/yogi)
Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Capt Supendi menyerahkan sertifikat kepada peserta diklat keselamatan transportasi laut dalam acara penutupan di Gedung Nasional, Tanjung Balai Karimun, Jumat (12/7/2024). (jurnalterkini.id/yogi)

Karimun, JurnalTerkini.id – Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) untuk masyarakat dan operator kapal tradisional di kabupaten Karimun sudah berlangsung satu pekan. Sebanyak 144 peserta telah menerima pelatihan tentang keselamatan transportasi laut.

Materi diklat meliputi Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST-KLM) dan SKK 60 mil khusus bagi operator kapal tradisional. KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun mendatangkan narasumber dari Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten untuk memberikan materi kepada para peserta.

Bacaan Lainnya

Diklat yang dilaksanakan di Gedung Nasional, Tanjung Balai Karimun ini, resmi berakhir pada Sabtu (13/7/2024). Para peserta langsung menerima sertifikat sebagai tanda telah mengikuti pelatihan dengan baik.

Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Capten Supendi, berharap para peserta dalam akan merasakan manfaat dari diklat tersebut. Mulai dari bagaimana, bertahan hidup di laut, menyelamatkan diri ketika situasi darurat atau emergency di kapal, seperti kebakaran maupun tenggelam.

“Paling penting bagaimana menggunakan alat keselamatan. Mereka telah mengikuti regulasi dengan mendapatkan sertifikat pada saat kegiatan di atas kapal. Apabila ada pemeriksaan penegak hukum tidak perlu khawatir lagi,”‘ terangnya.

Terkait harapan peserta agar diklat ini bisa laksanakan lagi, dengan peserta sebanyak 30 orang per kecamatan, Supendi mengatakan bahwa pihaknya akan mengusulkannya ke Kementerian Perhubungan.

“Insya Allah, di bulan Setpember mendatang akan digelar diklat lagi yang lebih luas diperuntukan warga kabupaten Karimun. Ada 3 training yang akan dilaksanakan yaitu Basic Safety Training (BST) untuk kapal-kapal niaga, Advance Fire Fighting (AFF) pencegahan kebakaran dikapal, dan Security Awareness Trainings (SAT) yaitu menanggulangi orang-orang tidak dikenal dikapal. Untuk kuota diusahakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Hendry Prastio koordinator DPM Poltekpel Banten memberikan aplus kepada seluruh peserta diklat ini. Sebab, selama ini dia telah memberikan diklat diseluruh Indonesia, namun yang paling berkesan berada di Kabupaten Karimun.

“Luar biasa antusiasnya peserta saat mengikuti diklat. Kita punya komitmen ingin membuat masyarakat aware terhadap keselamatan berlayar. Artinya, diklat ini tidak lagi dilaksanakan di Jakarta atau di Semarang tapi didaerah masing-masing,” tuturnya.

Sedangkan, salah seorang peserta Budi mengucapkan terima kasih atas diklat yang digelar oleh KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun. Sehingga, sangat bermanfaat sekali dalam beraktivitas di kapal nantinya.

“Usulan kami minta ditambah kuota pak KSOP. Sekali lagi, saya atas nama teman-teman mengucapkan terimakasih diklat yang dilaksanakan sepekan ini sangat berguna sekali,” ucapnya. (yra)

Total Views: 217

Pos terkait