Karimun, JurnalTerkini.id – PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai Karimun menyatakan akan membicarakan masalah suplai listrik ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dengan PT Soma Daya Utama.
“Kemarin sudah ada pertemuan antara PLN Wilayah Kepri dengan PT Soma, tapi belum ada kesepakatan yang mengikat. Nanti akhir bulan ini, kita kembali mengadakan pertemuan,” kata Manajer PT PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Marwan Sholeh pada Jumat pekan lalu.
Baca juga jurnal berita Karimun berikut: Soal Pasokan Listrik SPBE, PT SDU: Masih Ada Persyaratan Belum Dilengkapi
Marwan Sholeh mengatakan, pertemuan pada akhir Juni tersebut akan menghadirkan para pembuat kebijakan dari masing-masing pihak. Pertemuan akan membahas suplai listrik ke SPBE di Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat.
“Kami pada prinsipnya menyuplai listrik ke SPBE. Tapi harus ada pernyataan tertulis dari PT Soma selaku pemegang wilayah usaha (wilus) kelistrikan di daerah tersebut,” kata Marwan.
SPBE yang diresmikan Bupati Karimun Aunur Rafiq pada 6 Juni 2024, kata dia, berada di zona 1, dan penyuplai listrik di zona ini adalah PT Soma Daya Utama.
“Kami memang sudah memasang jaringan tegangan menengah yang kapan saja bisa dihubungkan dengan SPBE. Tapi, kami tidak bisa langsung pasang kalau tidak ada kesepakatan dengan PT Soma,” kata dia.
Menyinggung, suplai listrik saat peresmian SPBE tersebut, Marwan mengatakan itu hanya layanan ekstra untuk kebutuhan seketika. Setelah itu, pasokan listrik kembali diputus.
“Kita tunggu saja seperti apa pertemuan nanti,” kata Marwan Sholeh. (yra)





