AS Larang Piranti Lunak Antivirus Rusia “Kaspersky”

Pemandangan dari markas Kaspersky Lab, perusahaan software antivirus terkemuka asal Rusia, di Moskow pada 25 Oktober 2017. (Foto: AFP/Kirill Kudryavtsev)
Pemandangan dari markas Kaspersky Lab, perusahaan software antivirus terkemuka asal Rusia, di Moskow pada 25 Oktober 2017. (Foto: AFP/Kirill Kudryavtsev)

Raimondo mengatakan tindakan Departemen Perdagangan menunjukkan kepada musuh-musuh Amerika Serikat bahwa mereka tidak akan ragu-ragu untuk mengambil tindakan ketika “teknologi mereka (negara-negara musuh.red) menimbulkan risiko bagi Amerika dan warganya.”

Meskipun berkantor pusat di Moskow, Kaspersky memiliki kantor di 31 negara di seluruh dunia, melayani lebih dari 400 juta pengguna dan 270.000 klien korporat di lebih dari 200 negara, demikian ungkap Departemen Perdagangan.

Bacaan Lainnya

Tiga entitas terkait

Selain melarang penjualan perangkat lunak antivirus Kaspersky, Departemen Perdagangan AS juga menambahkan tiga entitas yang terkait dengan perusahaan tersebut ke dalam daftar perusahaan yang dianggap sebagai masalah keamanan nasional, “karena kerja sama mereka dengan otoritas militer dan intelijen Rusia untuk mendukung tujuan intelijen siber pemerintah Rusia.”

Departemen Perdagangan mengatakan pihaknya “sangat menganjurkan” para pengguna untuk beralih ke vendor baru, meskipun keputusannya tidak melarang mereka untuk menggunakan perangkat lunak tersebut jika mereka memilih untuk melakukannya.

Kaspersky diizinkan untuk melanjutkan operasi tertentu di Amerika Serikat termasuk menyediakan pembaruan antivirus, hingga 29 September, “untuk meminimalkan gangguan pada konsumen dan bisnis AS dan memberi mereka waktu untuk menemukan alternatif yang sesuai,” tambah pernyataan Departemen Perdagangan itu. [voa]

Jaringan: VOA

Pos terkait