Karimun, JurnalTerkini.id – Jelang Hari Raya Idul Adha 1445 H, warga di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) kebingungan mencari gas elpiji 3 kilogram, padahal Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) baru diresmikan Bupati Aunur Rafiq pada Kamis (6/6/2024) lalu.
Bupati Karimun juga meresmikan dermaga bongkar muat curah dan kering dan cair PT Pelabuhan Karimun pada hari yang sama.
Baca jurnal berita Karimun berikut: SPBE Diresmikan, Bupati: 14 Hari Kedepan Kelangkaan Elpiji Subsidi Tidak Terjadi Lagi
“Katanya SPBE sudah beroperasi. Tapi kenapa gas melon (gas elpiji bersubsidi) masih langka. Susah mendapatkannya di kios-kios,” keluh Febrianto salah seorang warga Karimun di Tanjung Balai Karimun, Jumat (14/6/2024).
Ia mengungkapkan, ia harus berkeliling untuk mendapatkan gas melon, seperti di kios Teluk Air begitu sampai pangkalan gas di sana langsung diserbu warga yang sudah antre. Dalam sekejap, pasokan gas melon langsung habis.
“Sudah beberapa tempat saya cari habis. Saya berharap kepada Pemkab Karimun, pastikan SPBE yang di Sememal itu beroperasi. Jangan janji manis saja,” keluhnya.
Pantauan di lapangan, masyarakat banyak menggunakan sepeda motor lalu lalang di jalan sambil membawa tabung gas berwarna hijau dengan slogan “Hanya untuk masyarakat miskin”.
“Dapat info di media sosial sudah ada gas, saya langsung datang. Kalau tidak bagaimana bisa berjualan besok karena gas sudah habis,” ucap Emi, seorang pedagang masakan.
Seperti berita sebelumnya, Genera Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Freddy Anwar berpesan agar fasilitas ada betul-betul dijaga. Sehingga memberikan kontribusi dan dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat.
“Kita (PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut) siap terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, bagaimana masyarakat kita secara ekonomi bisa tumbuh berkembang,” katanya. (yra)






