Sekjen PBB Masukkan Israel dan Hamas dalam Daftar Pelanggaran terhadap Anak-anak

Anak-anak Palestina antre untuk menerima bantuan makanan yang dimasak oleh dapur amal di tengah kekurangan pasokan makanan di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 5 Februari 2024.
Anak-anak Palestina antre untuk menerima bantuan makanan yang dimasak oleh dapur amal di tengah kekurangan pasokan makanan di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 5 Februari 2024. (foto: Reuters)

Akuntabilitas

Invasi dan pengeboman Israel ke Gaza telah menewaskan sedikitnya 36.731 orang, termasuk 77 orang dalam 24 jam terakhir, kata Kementerian Kesehatan Gaza pada umat. Ribuan orang lainnya dikhawatirkan masih terkubur di bawah reruntuhan, dan sebagian besar dari 2,3 juta penduduknya mengungsi.

Bacaan Lainnya

Juru bicara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menyatakan bahwa keputusan PBB tersebut merupakan “langkah yang benar menuju meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatannya” dan bahwa seharusnya Israel telah bertanggung jawab atas tindakannya tersebut sejak lama.

Langkah tersebut dilakukan sembilan tahun setelah utusan khusus PBB untuk anak-anak dan konflik bersenjata merekomendasikan Israel dan Hamas dimasukkan ke dalam daftar pelanggaran saat perang 2014 di Gaza. Perang tersebut menewaskan 2.100 warga Palestina, yang 540 di antaranya adalah anak-anak.

Israel melobi Sekjen PBB saat itu Ban Ki-moon untuk tidak memasukkan negaranya ke dalam daftar tersebut, meskipun Israel membantah telah menekannya. Pada akhirnya, Ban tidak menambahkan Israel atau Hamas ke dalam daftar pelaku, meskipun laporan tersebut mengkritik keras Israel atas konflik 50 hari tersebut. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: M Sarih

Pos terkait