Karimun, JurnalTerkini.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bekerja sama dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) menggelar workshop tari persembahan untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebagai upaya melestarikan seni dan budaya Melayu.
Workshop tersebut digelar di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun pada Jumat (31/5/2024). Sebanyak 50 orang menjadi peserta dalam workshop ini, terdiri atas 30 guru kesenian dan siswa dan 20 orang dari sanggar tari.
“Workshop ini kita gelar agar generasi muda memahami dan mahir menampilkan tari persembahan. Ini sebuah upaya untuk melestarikan adat istiadat Melayu,” kata Kepala Disdikbud Karimun Sugianto di Tanjung Balai Karimun, Minggu (2/6/2024).
Sugianto mengatakan, tari persembahan ini merupakan tarian sakral bagi suku Melayu. Tarian ini menjadi tarian utama dalam penyambutan tamu-tamu agung di sebuah acara di kalangan masyarakat Melayu di Kepri, termasuk Karimun.
“Upaya melestarikan tari persembahan ini merupakan amanah Undang-undang Pelindungan Kebudayaan,” kata Sugianto.
Bertindak sebagai narasumber dalam workshop tari persembahan ini Sekretaris LAM Karimun, Dato’ Setia Laksana Oki Supriadi, praktisi seni sekaligus penata tari Melayu, Sinta Trilia Rossa, dan guru SMPN 3 Tebing, Indah Permatasari. (yra)






