Protokol kesehatan ketat
Operation Manager PT. Karimun Sembawang Shipyard, Trisno Susilo mengatakan bahwa perusahaan yang didirikan sejak 17 Maret 1997 oleh Presiden Suharto dan Perdana Menteri Singapura itu memperketat protokol kesehatan COVID-19 demi kebaikan bersama.
“Disini kita terapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Kita juga pasang sirine break.
Karena jam 10 pekerja atau karyawan harus keluar dari untuk berjemur selama 15 menit. Dan Alhamdulillah tidak ada karyawan yang terpapar COVID-19,” jelas Sutrisno.
Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengapresiasi KSS, sebab upaya untuk mewujudkan kawasan industri tangguh COVID-19, mulai direspon pihak perusahaan.
“Sehingga roda perekonomian tertap berjalan,” katanya
untuk menjadikan seluruh kawasan menjadi tangguh tersebut telah terealisasi di Kawasan Industri sehingga roda perekonomian bisa tetap berjalan.
“Komitmen yang kami harapkan akhirnya terealisasi untuk menjadikan dunia industri sebagai kawasan yang mampu beradaptasi di fase new normal yang produktif, dan hari ini,” katanya.
PT KSS bersama 15 perusahaan besar lainnya telah resmi menjadi kawasan industri tangguh Covid-19.
“Semoga cara ini dapat menekan angka penularan COVID-19 di Kabupaten Karimun khususnya di dunia industri,” ujar Aunur Rafiq.
Menurut pantauan, dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan cendramata dan hadiah pemenang 5S dan M4 Card PT KSS Oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq.
Dilanjutkan dengan pencanangan kawasan industri tangguh COVID-19 di Kabupaten Karimun yang ditandai dengan menekan tombol sirine oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq.
Bupati Karimun beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Karimun melanjutkan kunjungan ke PT Oil Tangking untuk melihat penerapan protokol kesehatan dalam mencegah COVID-19. (yra)





