Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (10/5/2024) menyerukan penyelidikan independen segera terhadap kuburan massal yang diduga berisi ratusan jenazah di dekat rumah sakit di Gaza.
Anggota dewan menyatakan dalam sebuah pernyataan “keprihatinan mendalam mereka atas laporan penemuan kuburan massal, di dalam dan sekitar fasilitas medis Nasser dan Shifa di Gaza, di mana beberapa ratus jenazah, termasuk wanita, anak-anak dan orang lanjut usia, dikuburkan.”
Mereka menekankan perlunya “akuntabilitas” atas setiap pelanggaran hukum internasional dan mendesak agar para penyelidik diberikan “akses tanpa hambatan ke semua lokasi kuburan massal di Gaza untuk melakukan penyelidikan segera, independen, menyeluruh, komprehensif, transparan, dan tidak memihak.”
Israel telah berulang kali menyerang rumah sakit di Gaza sejak awal operasi militernya di daerah kantong tersebut, yang berawal dari perlawanan Hamas yang disebut dengan Operasi Badai Al Aqsa terhadap rezim pendudukan pada 7 Oktober.
Israel menuduh Hamas menggunakan fasilitas medis itu sebagai pusat komando dan dalam beberapa kasus sebagai tempat mereka menyandera korban yang diculik selama serangan Hamas pada 7 Oktober.
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengatakan pada April bahwa Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza menjadi “rumah kosong”, dan banyak jenazah ditemukan di daerah tersebut.
Tentara Israel mengatakan sekitar 200 warga Palestina tewas dalam operasi militer di sana.
Bulan lalu kantor hak asasi manusia PBB menyerukan penyelidikan independen terhadap laporan kuburan massal di Shifa dan Kompleks Medis Nasser di Khan Yunis.






