Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan Kabupaten/Kota Penyangga yang menjadi lokasi pengungsian korban terdampak erupsi Gunung Ruang agar menetapkan status siaga darurat untuk mengakomodasi penanganan pengungsi dari Kabupaten Sitaro. Apabila terdapat 2 hingga 3 kabupaten kota menetapkan status siaga darurat tersebut maka diharapkan provinsi Sulawesi Utara juga menetapkan status siaga darurat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro telah memperpanjang masa tanggap darurat Bencana Erupsi Gunung api Ruang dari Tanggal 30 April hingga 14 Mei 2024.
“Daerah-daerah lainnya seperti Sangihe, Minahasa Utara, Kota Manado, Kota Bitung karena kebetulan juga daerah-daerah tersebut digunakan untuk membantu mengevakuasi dan menerima masyarakat Kepulauan Sitaro yang terdampak ini juga bisa menetapkan status siaga darurat,” jelas Letjen TNI Suharyanto
Pada saat status keadaan darurat bencana ditetapkan, BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mempunyai kemudahan akses diantaranya pengerahan sumber daya manusia, pengerahan peralatan dan logistik, pengadaan barang/jasa, penyelamatan, serta komando untuk memerintahkan instansi/lembaga.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, mengatakan pihaknya sudah memilih dua lokasi sebagai tempat relokasi bagi 834 warga Desa Laingpatehi dan Desa Pumpente yang terdampak parah erupsi Gunung Ruang.
“Ada dua tempat yang kita pilih, pertama satu di Likupang, ke dua di Bolaang Mongondow Selatan berbatasan dengan Bolaang Mongondow Timur,” kata Olly dalam kegiatan yang sama.
Lokasi yang dipilih tersebut dekat dengan laut sehingga masyarakat yang direlokasi tetap dapat beraktivitas mencari nafkah sebagai nelayan.






