Selama Arus Mudik dan Balik Idul Fitri, Lokasi Parkir di STG Mencukupi

Naik turun penumpang di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Rabu (24/4/2024). (jurnalterkini.id/jansen)
Naik turun penumpang di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Rabu (24/4/2024). (jurnalterkini.id/jansen)

Karimun, JurnalTerkini.id – Selama arus mudik, balik dan silaturami Hari Raya Idul Fitri 1445 H lalu, lalu lintas penumpang kapal antarpulau di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam (STG) Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), cukup padat.

Direktur Operasional PT Pelabuhan Karimun Aprilzal mengatakan, untuk lahan parkir sendiri selama itu tidak ada kendala apapun. Walaupun, jumlah penumpang terjadi lonjakan yang cukup signifikan.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, tidak ada kendala di kawasan Pelabuhan STG kita. Walaupun calon penumpang cukup padat, tapi semuanya berjalan normal dengan instensitas terjadi peningkatan,” jelas Aprilzal di Tanjung Balai Karimun, Rabu (24/4/2024).

Hal tersebut, dikarenakan pihaknya sebagai pengelola Pelabuhan STG telah mempersiapkan dan pengaturan lahan parkir. Serta, telah dilakukan kerjasama MoU dengan pihak vihara untuk dipergunakan lahannya menjadi lahan parkir kendaraan di samping Pelabuhan STG. Sehingga, jalur maupun akses keluar masuk kendaraan tidak terganggu.

“Inilah, sebagai bentuk komitmen kita dalam memberikan pelayanan publik. Sebab, kita telah memberlakukan tarif progresif bulan Februari lalu. Makanya, dilakukan penambahan fasilitas,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut Aprizal lagi ketika terjadi lonjakan penumpang pihaknya telah melakukan antisipasi terdahulu. Dan, hasilnya cukup bagus tidak terjadi penumpukan kendaraan maupun antre penumpang di area parkiran.

“Pada intinya, kita berikan pelayanan maksimal. Agar, saudara-saudara kita yang akan berangkat maupun tiba merasa nyaman dipelabuhan STG yang menjadi kebanggaan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu pantauan di lapangan, aktivitas masyarakat kembali normal seperti biasanya. Dengan berbagai keperluan masyarakat yang datang dan tiba di pelabuhan STG, kembali seperti biasanya baik itu secara berkelompok maupun perorangan.

“Biasalah, tiap hari kita pulang pergi (PP) kerja, keluarga di pulau. Masih bisa pulang sore hari kapal terakhir,” ucap Sandi, salah seorang pegawai. (jms)

Total Views: 192

Pos terkait