Gunung Ruang Belum Stabil

Erupsi Gunung Ruang terlihat dari pulau Tagulandang, Kamis, 18 April 2024. (AP/ Hendra Ambalao)
Erupsi Gunung Ruang terlihat dari pulau Tagulandang, Kamis, 18 April 2024. (AP/ Hendra Ambalao)

Hingga laporan ini disampaikan belum ada laporan tentang korban jiwa atau cedera. Theo Umbas memuji Kerjasama cepat semua pihak.

“Ada dari pihak pemda sendiri, pihak KOREM ada, pas ada erupsi kedua ada mereka, cepat,” lanjutnya.

Bacaan Lainnya

Selain kebutuhan dasar seperti makanan, selimut, tenda dan obat-obatan yang didatangkan dari Pelabuhan Bitung ke Pulau Tagulandang dengan kapal ferry; sejumlah dokter dan petugas medis juga diterjunkan ke posko-posko darurat yang didirikan. Di antaranya adalah dr. Tio Graciniyo, salah seorang dokter muda yang bertugas di Kecamatan Tagulandang sejak terjadi erupsi pertama 16 April.

“Mengobati orang-orang yang terkena dampak erupsi Gunung Ruang, kebanyakan korban-korbannya itu memang yang bermasalah itu adalah saluran pernafasan, seperti kesulitan bernafas, kemudian ada dampak gejala batuk pilek dan lain sebagainya,” komentarnya.

Kajian awal menunjukkan gempa vulkanik gunungapi Ruang cenderung rendah dan lebih didominasi gempa tektonik. Hal ini diperkirakan karena subduksi Sulawesi Utara dan subduksi ganda di Laut Maluku. Subduksi adalah proses tektonisme di mana batas dua lempeng, baik antarlempeng benua, antarlempeng Samudra, maupun antara keduanya, saling bertumbukan dan lempeng yang tebal menghujam yang lebih tipis. Hasil subduksi ini berperan dalam membentuk topografi bumi. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 400

Pos terkait