Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock pada Selasa (16/4/2024) mengatakan dalam koferensi pers di Berlin bahwa dia akan bertolak ke Tel Aviv untuk membantu de-eskalasi situasi setelah serangan tersebut.
Sementara Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi dalam kesempatan yang sama juga menyatakan bahwa negaranya yang berbatasan langsung dengan Israel itu tidak akan membiarkan Israel maupun Iran “mengubah Yordania menjadi medan perang.”
Guna mencegah eskalasi di kawasan, Safadi meminta seluruh komunitas global untuk menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “untuk tidak menanggapi dan menjerumuskan kawasan ke dalam spiral perang yang baru.”
“Bukan rahasia lagi bahwa kebijakan Perdana Menteri Israel bertujuan untuk memperluas konflik demi meringankan tekanan yang terus meningkat terhadapnya secara global sebagai akibat dari pembunuhan, perang, dan penghancuran yang dilakukannya di Gaza,” jelas Safadi.
Militer Israel sebelumnya menyatakan telah berhasil menggagalkan 99% serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran, berkat sistem pertahanan udara miliknya serta bantuan dari koalisi yang dipimpin Amerika Serikat.
Terkait keterlibatan Yordania dalam menghalau serangan rudal Iran ke Israel, Safadi menjelaskan bahwa situasi saat itu “dipercaya sebagai ancaman terhadap keselamatan penduduk Yordania yang posisinya terletak di tengah-tengah.” [voa]
Jaringan: VOA
Editor: M Sarih






