Muslim di berbagai penjuru dunia merayakan Idul Fitri, Rabu (10/4/2024).
Di Jakarta, Masjid Agung Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara, dibanjiri jamaah yang melaksanakan shalat Idul Fitri.
Suasana serupa juga tergambar di masjid-masjid besar lainnya.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla termasuk di antara ribuan warga Jakarta yang menunaikan salat tersebut di halaman Masjid Al Azhar, meski sempat terjadi badai petir pada dini hari yang kemudian berganti dengan langit mendung dan gerimis.
Ia mengatakan kepada Associated Press usai salat bahwa peningkatan minat masyarakat sebesar 56% untuk mengikuti tradisi Lebaran pada tahun ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain musim liburan yang panjang, rendahnya jumlah kasus COVID-19, situasi ekonomi keluarga hingga membaiknya infrastruktur.
“Mari kita rayakan Idul Fitri sebagai hari kemenangan dari berbagai kesulitan… tentu banyak permasalahan sosial di bulan puasa Ramadhan, namun kita bisa mengatasinya dengan iman dan takwa,” kata Kalla.
Para khatib dalam khutbahnya di banyak masjid di Tanah Air juga mengajak masyarakat untuk mendoakan umat Islam di Gaza yang menderita akibat konflik berkepanjangan dengan Israel.
“Ini saatnya umat Islam dan non-Muslim menunjukkan solidaritas kemanusiaan karena konflik di Gaza bukanlah perang agama, melainkan masalah kemanusiaan,” kata Jimly Asshiddiqie yang menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Dewan Masjid Indonesia.
Di Kuala Lumpur, Malaysia, ribuan orang berkumpul di Masjid Nasional untuk melaksanakan shalat Idul Fitri.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim, dalam pesannya menjelang Idul Fitri, menyerukan persatuan dan rekonsiliasi untuk memperkuat bangsa di tengah ketegangan baru-baru ini yang dipicu oleh kepekaan budaya.
Meskipun Islam adalah agama resmi Malaysia dan tetap menjadi pilar utama dalam pembangunan bangsa, Anwar mengatakan tidak ada kelompok yang boleh dikesampingkan karena alasan ras, agama, atau alasan lainnya.
Telantar akibat perang, ribuan warga Palestina yang tinggal di tenda-tenda di Muwasi, Gaza, berkumpul di tengah hujan untuk merayakan Idul Fitri.
Dikelilingi tenda, sekelompok orang terlihat melaksanakan shalat Idul Fitri sementara asap terlihat membubung ke arah Khan Younis.
Bagi banyak warga Palestina, merayakan Idulfitri meski mengalami kesulitan, merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
“Kita akan mengatasi kesedihan dan memeriahkan suasana, saling menyelamati dan menyapa dalam suasana bahagia ini, di hari Fitri yang berkah, hari Ramadan yang berkah. Insya Allah kita akan merayakan Idulfitri yang penuh berkah bagi umat Islam, dan semoga negara-negara Arab dan Islam ikut bersimpati pada kami, rakyat Palestina yang bersedih,” kata Riyad Qudaih, seorang pengungsi yang tinggal di kamp tersebut.





