Pekerja Kapal Timah Tewas Tenggelam

Karimun (Jurnal) – Ahmadi alias Adi (39) tewas tenggelam saat dalam pengerjaan pemasangang pipa sling Kapal Blesia dari PT. Mitra Timah dengan kondisi bibir bagian bawah koyak, Minggu (25/5) malam.

Jasad Ahmadi alias Adi tenggelam saat mengerjakan pemasangan pipa sling PT. Mitra Timah dengan kendalaman sekitar 25-30 meter dari permukaan laut di Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun.

Man Keling aktivis LSM mengatakan korban bekerja dalam pemasangan pipa sling dari PT. Mitra Timah ada sekitar 4 orang salah satunya anak korban yang ikut bekerja membantu bapak dalam pemasangan pipa sling tersebut dengan upah di dapat sekitar 2,5-5 juta.

“Awal kejadian tersebut mereka sudah dua hari bekerja untuk pemasangan pipa sling dari PT. Mitra Timah, di hari kedua mereka bekerja pemasangan pipa sling tersebut awalnya tidak ada masalah sekitar sore mereka melakukan pengerjaan pemasangan pipa lagi,” ucapnya

Ahmadi alias Adi seorang penyelam pemasangan pipa sling yang dibantu oleh kedua rekannya melakukan pekerjaannya seperti biasa, menyelam meakukan pemasangan pipa sling sekitar pukul 18.00 WIB, Adi mengatakan kepada As (13) anak korban pulang lah hari udah sore.

“Anak korban mengatakan kalau bapak belum pulang saya tidak pulang, korban bilang kepada anak bapak belum bisa pulang kerena perusahaan tidak membolehkan pulang kalau belum selesai,” kata Man Keling.

Saat itu, korban melanjutkan lagi penyelamannya, sekitar 20 menit sejak korban menyelam tidak muncul dan tidak lagi memberikan isyarat. Ketika ditarik, tali yang diikat di perutnya sebagai pengaman, ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi dengan bibir sebelah bawah terlihat koyak.

Man Keling meminta Pemerintahan Kabupaten Karimun “membuka mata” atas kejadian tersebut untuk suatu perusaahaan yang membuka perusahaan timah tersebut mempunyai izin pertambangan dan ketenagakerjaan apa tidak.

“Kalau sudah terjadi begini sapa mau disalahkan, jangan hanya enak saja yang tahu,” katanya.

Pihak dari korban meminta pertanggung jawaban kepada pihak perusahaan, karena dari korban, meninggal 4 orang anak yang masih sekolah dan seorang istri.

Sekita itu jasad korban dari Selat Belia, Kecamatan Kundur dibawa langsung menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karimun menggunakan mobil jenazah untuk diotopsi, namum pihak keluarga tidak mau dilakukan otopsi.

Hingga berita ini diunggah dari pihak perusahaan PT. Mitra Timah untuk saat tidak mau memberikan penjelasan akibat tewasnya pekerjaan yang disewa untuk pemasangan pipa sling dari Kapal Blesia. (Iqb)

Total Views: 202

Pos terkait