Achmad masih ingat bahwa beberapa tahun silam, produsen mie instan terkenal sempat bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) membuat tepung berbahan dasar singkong – yang disebut tepung mocaf — di Jawa Tengah. Namun, karena tidak adanya kestabilan suplai singkong, pembuatan mie instan itu tidak dilanjutkan.
“Di Kudus, Jawa Tengah juga pernah mencoba membuat tepung modifikasi dari singkong untuk kemudian menjadi mie instan. Tapi kan butuh riset, butuh biaya, butuh mengubah cita rasa lidah masyarakat yang jangka panjang. Ini siapa yang mau melakukan? Ya pemerintah mau tidak mau, kalau swasta kan pasti ada hitung-hitungan bisnisnya karena mereka mungkin tidak mau rugi terus,” ungkap Achmad.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo kembali ditanya wartawan terkait harga beras di pasaran yang tidak kunjung turun. Mantan gubernur DKI Jakarta ini membantahnya.
“Coba dicek, jangan menginformasikan seperti itu ya (harga beras naik). Coba dicek di Pasar Induk Cipinang, cek ke Pasar Johar, ini pasar-pasar beras harus dicek. Coba kalian datang ke Pasar Cipinang, cek harga turun apa naik. Cek di Pasar Johar, naik atau tidak, turun atau tidak,” ungkap Jokowi usai menghadiri acara Rapim TNI/Polri di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2024).
Ia menyatakan bahwa berdasarkan laporan-laporan yang diterimanya harga beras sudah mulai turun.
Berdasarkan data panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Kamis (29/2), beras premium di DKI Jakarta rata-rata diperdagangkan sekitar Rp 16.700 per kilogram, sementara harga beras medium Rp 14.800 per kilogram. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam





