TEGAL, Jurnalterkini.id – Seremonial wiwitan petik tembakau Gapoktan Guci–Batumirah, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, menjadi penanda dimulainya masa panen tembakau sekaligus momentum untuk mendorong peningkatan kualitas dan kesejahteraan petani tembakau di wilayah pegunungan Kabupaten Tegal.
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Bumijawa, Kamis (3/9/2026), tersebut dihadiri Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal beserta jajaran, Camat Bumijawa beserta unsur Forkopimcam, Kepala Desa Guci dan Batumirah beserta jajaran, Ketua Gapoktan Guci–Batumirah beserta pengurus dan kelompok tani, perwakilan mitra PT Djarum Kudus, serta Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Johan Hadiyanto yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah.
Turut hadir para penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, serta para petani tembakau dari Desa Guci dan Desa Batumirah.
Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman mengatakan, wiwitan petik tembakau bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki makna penting bagi para petani karena menjadi penanda dimulainya masa panen setelah melalui proses panjang sejak penanaman hingga perawatan tanaman.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tegal, saya menyampaikan apresiasi kepada Gapoktan Desa Guci dan Batumirah yang telah menyelenggarakan kegiatan wiwitan petik tembakau ini. Bagi saya, kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menandai dimulainya masa panen,” ujar Bupati.
Menurutnya, tradisi wiwitan juga mengajarkan pentingnya rasa syukur atas hasil yang diperoleh sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan pertanian tidak datang secara instan. Ada proses panjang yang membutuhkan kerja keras, ketekunan, dan kebersamaan para petani.
Bupati berharap momentum wiwitan tersebut menjadi awal yang baik bagi petani tembakau Guci dan Batumirah sehingga hasil panen tahun ini dapat melimpah dengan kualitas yang semakin baik.
“Harapannya hasil panen kita melimpah, kualitasnya bagus dan bisa menjadi produk tembakau unggulan untuk PT Djarum. Saya bangga karena tembakau Kabupaten Tegal memiliki rasa dan citarasa yang unik, yang tidak dimiliki oleh tembakau di daerah lain,” katanya.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tegal memiliki kewajiban untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Upaya tersebut dapat dilakukan antara lain melalui peningkatan produktivitas, perluasan area tanam, peningkatan kualitas hasil produksi, serta penguatan akses pasar.
Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan bahwa pertanian tembakau menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi cuaca, kualitas tanah, ketersediaan air, serangan hama dan penyakit, hingga dinamika pasar dan harga jual.
Karena itu, ia berharap kerja sama antara petani, pemerintah, dan mitra usaha dapat terus diperkuat sehingga petani memperoleh kepastian pasar dengan harga yang kompetitif, sementara kualitas tembakau yang dihasilkan juga semakin meningkat.
Hal senada disampaikan Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Johan Hadiyanto. Ia mengatakan, penguatan sektor pertanian tembakau perlu dilakukan melalui pendampingan yang berkelanjutan, kemudahan akses teknologi, permodalan, sarana produksi, serta kepastian pasar dan harga yang menguntungkan bagi petani.
“Kami mendorong agar petani terus meningkatkan kualitas panen. Mulai dari pemilihan bibit, pengolahan lahan, pemeliharaan, pengendalian hama hingga panen dan pascapanen harus diperhatikan,” jelas Johan.
Menurutnya, kelembagaan petani seperti Gapoktan juga perlu terus diperkuat agar mampu menjadi wadah yang meningkatkan posisi tawar petani sekaligus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak.
Johan juga menyampaikan bahwa sektor tembakau memiliki keterkaitan dengan penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Karena itu, pengembangan kawasan dan produktivitas tembakau di daerah diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah.
Sementara itu, Perwakilan Mitra PT Djarum Kudus Agung Sofani mengungkapkan bahwa Kabupaten Tegal menjadi salah satu wilayah yang dijajaki perusahaan untuk pengembangan kawasan tembakau baru.
Ia menjelaskan, PT Djarum sebelumnya telah melakukan riset untuk melihat kesesuaian karakteristik tembakau di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Tegal. Dari hasil penelitian tersebut, tembakau Tegal dinilai memiliki karakter yang unik dan berpotensi menjadi salah satu bahan untuk kategori flavor.
“Ternyata tembakau Tegal itu memiliki keunikan tersendiri. Dalam rancangan blueprint kami, ini mungkin bisa menjadi salah satu blend khusus,” kata Agung.
Menurut Agung, setelah melalui proses penelitian pada tahun sebelumnya, PT Djarum pada tahun ini mulai mendorong percepatan melalui program kemitraan dengan sejumlah kelompok tani di Kabupaten Tegal.
Melalui pola tersebut, petani mitra dapat melakukan penjualan secara langsung kepada PT Djarum di Kudus tanpa melalui pedagang pengumpul maupun vendor. Perusahaan juga akan memberikan pembinaan agar kualitas tembakau yang dihasilkan sesuai dengan standar yang dibutuhkan.
“Kami hadir di sini ingin meningkatkan nilai dari produk tembakau itu sendiri. Kami tetap bertanggung jawab untuk melakukan pembinaan kepada petani mitra supaya hasilnya sesuai dengan ekspektasi kami terhadap kualitas tembakau Tegal. Sebaliknya, petani juga kami harapkan mendapatkan kelayakan harga,” jelasnya.
Agung menambahkan, apabila kualitas dan konsistensi tembakau Tegal dapat dipertahankan, PT Djarum membuka peluang untuk memperluas kemitraan dan menjadikan Kabupaten Tegal sebagai salah satu basis produksi tembakau.
“Kalau Tegal bisa menjadi basis produksi baru, kami siap menyerap dalam jumlah besar, bahkan hingga ribuan hektare, dengan syarat kualitasnya sesuai dengan spesifikasi yang kami harapkan,” ungkapnya.
Ia menekankan, terdapat sejumlah faktor yang sangat menentukan kualitas tembakau, di antaranya varietas yang digunakan, sarana produksi, teknik budidaya, serta faktor lingkungan. Oleh sebab itu, pembinaan dan penerapan budidaya yang tepat menjadi bagian penting dalam pengembangan kemitraan.
Agung berharap, pengembangan tersebut ke depan dapat membuat tembakau Tegal memiliki identitas dan brand tersendiri di mata industri.
“Semoga Tegal mempunyai brand tembakau sendiri, memiliki nama sendiri di depan perusahaan, bukan lagi sekadar mengikuti kabupaten sebelah, tetapi punya identitas sebagai tembakau flavor Tegal,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut disalurkan sejumlah dukungan untuk pengembangan sektor pertanian. Bantuan dan paket kegiatan tersebut antara lain Paket Intensifikasi Tanaman Tembakau senilai Rp466,5 juta yang diwakili Kelompok Tani Subur Makmur, Desa Batumirah; Paket Persemaian Tanaman Tembakau seluas 5 hektare senilai Rp161,955 juta yang diwakili Kelompok Tani Bukit Subur, Desa Guci; serta Paket Penerapan Budidaya Tembakau seluas 2 hektare senilai Rp54,444 juta yang diwakili Kelompok Tani Sido Makmur, Desa Begawat.
Selain itu, diberikan pula Paket Pengembangan Tanaman Tebu Varietas Unggul Baru Benih Tebu senilai Rp72,3 juta yang diwakili Kelompok Tani Wana Ayu, Desa Margayu, Kecamatan Margasari.
Dukungan juga diberikan untuk komoditas perkebunan lainnya berupa bantuan kopi Arabika seluas 55 hektare sebanyak 38.500 batang senilai Rp269,5 juta yang diwakili Kelompok Tani Serbaguna Alami, Desa Batumirah, serta bantuan 5.500 batang bibit kelapa genjah dan 11.000 kilogram pupuk organik untuk lahan seluas 50 hektare yang diwakili Kelompok Tani Loh Jinawi Wetan, Desa Karangmalang, Kecamatan Kedungbanteng.
Bupati berharap seluruh dukungan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
Ia juga mengingatkan para petani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di tengah kondisi kemarau.
“Jangan membakar sembarangan. Saat ini semuanya kering, sedikit saja terkena api bisa menjadi bahaya. Yang rugi nantinya juga kita semua,” pesannya.
Mengakhiri kegiatan, Bupati mendoakan agar seluruh rangkaian panen tembakau petani Guci dan Batumirah berjalan lancar, menghasilkan tembakau berkualitas, serta membawa manfaat dan peningkatan kesejahteraan bagi para petani dan masyarakat Kabupaten Tegal.
“Semoga seremonial wiwitan petik tembakau ini menjadi awal yang baik bagi seluruh petani tembakau Guci dan Batumirah. Mari kita jadikan momentum ini sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pengingat bahwa hasil terbaik lahir dari kerja keras, kebersamaan, dan doa,” pungkasnya. (Yadi)





